Ketinggalan barang di KRL

B25A78F9-D92E-4941-A3F9-F6F925A95C2E371 hari setelah hari pertama aku naik KRL untuk pergi dan pulang kantor, akhirnya pecah telor juga dalam hal ketinggalan barang di kereta 😂😂. Dihitung banget yak harinya.

Jadi ceritanya, sepulang kantor aku naik KRL yang tujuan Tanah Abang walaupun sejujurnya rumahku malah arah sebaliknya. Demi apa? Yak betul, tentu saja demi dapat tempat duduk. Kalau langsung naik kereta yang ke arah TangSel dijamin bakal himpit-himpitan di kereta, rame banget. Cukuplah pagi hari saja aku berdiri himpitan di kereta, saat pulang marilah kita duduk cantik saja. Lelah kak! Caranya pakai strategi naik kereta dulu ke BrotherLand, keretanya ngetem sebentar, lalu berangkat deh ke arah TangSel.

Kebetulan, hari itu secara disengaja aku dan si papa janjian ketemuan di stasiun BrotherLand inilah agar pulangnya bareng ke rumah. Lumayan kak, #irit ongkos gojek 😂. Jadi begitu mau sampai stasiun TA, aku kabarin hubby aku ada di Kereta tujuan apa, masuk di jalur berapa, dan naik di kereta nomor berapa. Ok sip. Kita berhasil ketemu, tapi si papa ngga berhasil dapat tempat duduk akibat kurang gesit saat rebutan kursi hahahhah! Si papa akhirnya berdiri pas di depan aku.

Namapun lagi berusaha #irit, tentu saja aku bawa bekal makan siang ke kantor. Jadi saat itu aku pegang kan tempat bekalku, tapi karena ngga nyaman, aku bilang ke si papa “tolong tempat bekalku di atas aja deh” serta tidak lupa mewanti-wanti agar JANGAN LUPA MENGAMBIL TEMPT BEKAL SAAT TURUN! Oke kata si papa. Asumsiku, dia kan berdiri ya, kepalanya sejajar dengan kompartemen di atas, pasti kelihatanlah jadi ngga mungkin lupa.

Tapi, wanti-wanti tinggal kenangan. Saat turun, tiada satupun dari kami berdua yang ingat si lunch box itu. Aku baru teringat setelah memasuki area parkir stasiun, dan langsung drama “tuh kan pa, udah dibilang tadi jangan lupa. Mahal loh itu, mana baru dibeli pula minggu lalu”.

Trus kami bergegas kembali ke loket lalu lapor ada barang tinggal. Sama petugas loket kita diarahkan untuk lapor sama petugas di dalam. Di dalam stasiun, kita langsung melapor sama satu orang petugas. Dia tanya hal-hal seperti barang yang tertinggal apa, ciri-ciri barangnya bagaimana, tadi duduk di kereta nomor berapa, trus duduknya di sisi sebelah kiri atau sebelah kanan dari arah datangnya kereta. Tidak lupa dia minta foto barang, buat dikirim ke petugas di stasiun akhir perjalanan KRL tadi. Dia kontak-kontakan sama petugas di stasiun satunya pakai HT, lalu dengan cepat kita dapat informasi kalau barangnya sudah ditemukan dan diamankan. Kita diberi bukti pelaporan barang tinggal setelah petugas mencatat nomor KTP dan nomor kartuku. Petugasnya bilang, barangnya sudah boleh langsung diambil di stasiun Serpong dengan menunjukkan form lapor tadi.

Karena rasanya sudah  malam banget, kita memutuskan untuk menunda pengambilan lunchbox. Besok aja deh. Toh barangnya masih bisa diambil dalam jangka waktu tiga hari.

Keesokan harinya, pas pulang kantor aku janjian lagi dengan si papa buat pulang bareng dan kita turun di stasiun Serpong untuk mengambil si barang ketinggalan itu. Nah, proses pengambilannya nggak susah sama sekali, cukup menunjukkan form lapor sama petugas loket dan kita akan diarahkan ke ruangan mana barang kita disimpan. Akhirnya tempat bekalnya kembali ke pelukanku hahaha.

Nah, kalau nggak karena tempat bekalnya udah buruk rupa, mungkin aku ikhlas kali ya, tapi karena masih baru aku bela-belain nanya deh hahahha. Jadi tau kan kalau ternyata barang ketinggalan itu bisa  diperoleh kembali dengan catatan begitu sadar ketinggalan langsung lapor daaan tentu saja kalau belum diambil sama penumpang lain 😂.

 

Note : tulisan ini dibuat dalam perjalanan pulang naik KRL, lumayan juga mengisi waktu.

 

 

Advertisements