Liburan sekolah Juni-Juli 2016

Anak-anak (well, sebenarnya kakak doang sih) libur sekolah dari tanggal 13 Juni 2016, tetapi baru menerima raport tanggal 17 Juni 2016. Libur sekolahnya lumayan lama, baru masuk lagi 18 Juli kemaren. Setelah ngecek jadwal les-lesan kakak, ternyata bisa lah anak-anak dibawa jalan-jalan ke luar kota.

Awalnya hanya rencana bawa anak-anak ke Jakarta, Bogor, dan Bandung. Kebetulan sepupunya papa mau menikah, jadi diadakan acara minta ijin sama tulangnya.Jadi kebetulan semua keluarga besar dari pihak MIL kumpul di situ semua.Β  As far as I know, dulu waktu kita mau menikah papa juga ada acara minta ijin sama tulangnya buat menikah dengan gadis yang lain, karena dulunya sih lazim bagi pemuda batak menikah dengan anak gadis tulangnya. CMIIW. Pengetahuanku mengenai adat Batak parah sekali, selalu ingin belajar sampai betul-betul paham, tapi ya begitulah selalu dikalahkan sama yang namanya kesibukan. Aku jadi punya kekuatiran bagaimana nanti aku mau meneruskan adat Batak ke anak-anak ya, lah sekarang aja aku buta. Sekarang sih, kalau udah urgent banget masih bisa tanya ortu, nanti kalau giliranku yang ditanya anak-anak, aku jawab apa dong? Huhuhu

Kembali ke topik. Jadi papa mengambil cuti 5 hari, terus berangkatlah mereka plus MIL ke Jakarta tanggal 18 Juni dan baru kembali lagi ke Batam tanggal 24 Juni. Tiap hari mereka pindah kota, Jakarta, Bogor, Bandung, Jakarta, hihihi. Gitu ya kalau libur sama papa, city hopping tiap hari, seru! Aku udah bayangin, seandainya aku ada di situ, pasti aku tolak mentah-mentah itu ide. Capek di jalan lah! Anak-anak harus istirahat yang cukup, dsb dsb. Hahahahaha.. Tapi puji Tuhan, anak-anak hepi berat dan sehat-sehat aja sampai tiba di Batam.

6 hari kemudian, mereka berempat mudik lagi ke Sumut. Ini dalam rangka libur lebaran, dan sekaligus ada acara keluarga lagi dari pihak MIL. Acara memindahkan tulang belulang alm. opungnya papa dari kampung ke Medan. jadi semua yang kemaren ngumpul di Bogor, itu mudik dan ketemuan lagi di Medan, hihihi, seru ya..Β  Awalnya ga ada rencana mau pulang semuanya, cuma MIL aja yang pulang. Cuma sekalian juga adek aku yang dari Palembang mau mudik dan ajakin nginap di Danau Toba rame-rame. Ya udah, diskusi sama papa, akhirnya diputuskan mereka ikutan mudik deh. Papa ga bisa cuti lagi, jadi papa cuma memanfaatkan cuti bersama, sedangkan anak-anak extend liburan seminggu di Medan.

Anak-anak sih udah heboh banget ya begitu tau mau mudik, maklum ada sepupunya, Dominique, di Medan. Jadi begitu jumpa di bandara, udah langsung nempel dan akrab banget satu sama lain. Padahal ya, udah hampir 10 bulan ga ketemu loh! Keren deh bisa langsung kompak tanpa ada jeda penyesuaian. Sampai adek aku cerita, malam-malam susah banget kakak dan Dominique tidurnya. Tidurnya harus berdampingan, tapi ngobrol terus, kalau ditegur disuruh tidur mereka diam sih, berenti ceritanya. Tapiiiii abis itu kalau mereka liat-liatan langsung ngikik ngikik ketawa, astagaaaaa! Adekku sampe bilang, “ini berdua kalau ga mau tidur biar mama aja tidur di antara kalian, gak boleh kalian sebelahan ya!” Baru deh mereka diam trus lama-lama tidur hahahaha!

Mereka nginap di Samosir cuma 2 malam, dan karena itu libur panjang jadi perjalanan menuju Samosir sendiri tidak begitu menyenangkan ya. Antri feri buat menyebrang hampir 10 jam, sungguh tidak keren. Yang bikin makin kesal, ada aja orang yang berani bayar mahal, sehingga mobil mereka yang antri jauh di belakang bisa naik duluan ke kapal. Duh, pemerintah Tobasa, tolong ditertibkanlah praktek permainan uang ini. Sungguh memalukan kalau untuk antri aja kita gak bisa tertib. Pemerintah pasti punya datalah tanggal tertentu di mana jumlah turis melonjak tajam, sehingga waktu tunggu sudah sangat panjang, ditambah kek armada ferinya. Atau mungkin dianjurkan untuk titip kendaraan di Parapat saja, sebagai ganti dijamin kelancaran transportasi selama di Samosir atau apalah. Ini masalah udah menahun soalnya. 12 tahun yang lalu juga kejadiannya sama persis. Malah waktu tunggu yang sekarang jadi lebih panjang.

Anak-anak sih senang-senang aja ya walau menunggu lama untuk menyeberang. Paling kalau capek ya tidur, abis itu bangun trus nanya loh kita belum naik kapal? πŸ˜€

Abis dari Samosir anak-anak tinggal di Siantar dulu beberapa hari, sempat juga ke sekolah minggu di tempat aku sekolah minggu dulu. Komentarnya Michelle, “ma ternyata sekolah minggu di Siantar sama di Batam sama kok, lagu-lagunya juga sama semua” πŸ˜€ πŸ˜€ Setelahnya, lalu mereka ke Medan ke rumah MIL atau ke rumah Domonique, gantian. Senang banget lah kalau lagi di Skype mereka kaya rebutan gitu mau ngomong, sampai kadang aku bingung mana yang harus dijawab duluan, hahaha.

Hari ini anak-anak baru sampai Batam lagi, Michelle bolos sekolah 2 hari hihihi. Bad parents ya kita biarin anaknya bolos. Bukan apa-apa, aku berpikir kalau pulang hari Sabtu atau Minggu, yang mana adalah puncak arus balik, pasti akan ramai sekali lalu lintas udara. Potensi untuk delay besar, nah kasian anak-anak kalau sampai delay lama kan, mana yang bawa anak-anak pulang kan MIL doang. Tar anak-anak rewel MIL gue kasian bisa stress. Kenapa ngga Senin? Karena perbedaan harga tiketnya lumayan signifikan dengan hari Selasa πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Ya elah, mutar-mutar amat sis cuma mau bilang nyari tiket yang murah! *malu*

Anak-anak tadi barusan aku Skype lagi heboh sama mainan, maklum ye dimanja abis sama tante-tante, opung, dan bounya selama di Medan. Ini Michelle malah bilang kalau tante Donda mau beliin boneka bayi yang bajunya putih. Hayolo tante Donda, tepati janji, tar anaknya nagih tuh hahahaha.

Again, kalau ada mama sih, pasti mama gak bakal ijinkan mereka terima hadiah mainan sebanyak itu. Mainannya sekarang di rumah aja udah banyak banget, sampe-sampe sebelum aku berangkat ke sini aku suruh mereka pilih mainan/boneka/baju yang tidak akan mereka pakai lagi buat disumbang ke anak-anak lain yang lebih membutuhkan.

Prinsip mamanya gitu, kalau mau beli satu, harus buang satu hahahaha. Kalau bapaknya sih, hmmm, baju-bajunya yang lama aku kasih ke tukang angkat sampah dia juga ngga bakal nyadar, saking kebanyakannya hahahaha. Kalau dia liat aku udah ada gelagat mau sortir baju-bajunya dia, paling dia nanya, eh itu bajuku kenapa dipisah-pisahin? Trus aku bilang, “ini baju kalau dalam 3 bulan ini kamu gak pernah pakai lagi, itu artinya tidak akan pernah kamu pakai lagi!!! Aku mau kasihin ke tukang sampah!” *mata galak, intonasi suara dramah sedikit* *kamera zoom in zoom out* *istri tiri a la sinetron*

Kalau di IG kan suka ada gambar lucu-lucuan tuh, suami istri satu lemari, jatah space suami cuma seuprit. Kalau aku beda, jatahku yang cuma seuprit hahahaha. Begitu aku rasa aku ga mau pakai baju A, aku langsung sisihkan trus masukin ke gudang. Jadi jatahku di lemari selalu lega πŸ˜€

Sebelum melantur lebih jauh lagi, aku sudahi sampai di sini saja. Oh ya ada satu nih tadi aku ngobrol sama Dodo :

Mama : “Bang, tadi gimana perjalanan abang, pesawatnya delay nggak?”

Abang : “Apa itu delay?”

Papa : ” Delay itu artinya pesawatnya datang terlambat, tidak tepat waktu”.

Abang : “oh, kalau gitu tadi pesawatnya gak delay kok! Cuma dia datang terlambat aja tadi”

Kakak : ” Ya ampun Dodo, itu namanya delay Do!”

Mama dan papa ketawa aja deh hahahahaha..

 

Xoxo

 

Shinta

 

Advertisements

2 thoughts on “Liburan sekolah Juni-Juli 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s