Gegar Budaya

Hmm sebenarnya kurang tau sih apakah pemakaian istilah ini benar apa nggak. Pas mau googling artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, eh websitenya ga bisa diakses. Ya sudahlah. Sebenarnya sih aku cuma pengen cerita hal-hal yang aku alami di sini yang benar-benar aku belum pernah alami sebelumnya di Indonesia. Kalau dibilang culture shock, ya ngga shock-shock banget sih, cuma ya mikir aja oh gini ya caranya, duh baru tau nih, hehehe. Ini dia beberapa hal yang aku maksud.

  1. Belanja

Aku sih belum banyak-banyak banget belanja alias menjelajah semua toko di Glasgow ya. Cuma dari beberapa kali masuk supermarket (Tesco, Saintsbury’s, Poundland, Poundworld –> ketauan doyanannya main ke toko serba satu pound *tutup muka*) atau toko yang menjual pakaian, dan home appliance (Primark, TixMaxx, Watt Brothers), aku perhatiin antriannya itu rapi banget. Jadi walaupun konter kasirnya berjejer, tapi kita ngga serta merta bisa maju ke konter kasir. Para pembeli harus masuk barisan dulu, kadang barisannya itu panjang muterin rak barang-barang yang kalau di Indonesia suka ada di dekat kasir letaknya. Let’s say, permen, obat kumur, payung, baterai,yang gitu-gitu deh. Nah, nanti ada batas di mana kita harus berdiri menunggu antrian kita maju ke kasir. Jadi nanti kasir mana yang udah kosong, dia akan panggil kita “next, please” atau “hi there”.

Sampai di meja kasir, nanti kita akan selalu ditanya, “Do you need a bag?” nah kalau jawab kita iya, kita akan diberi kantong yang harus kita bayar kita-kita 0,05Pound per buahnya. Walaupun harganya (mungkin) murah, tapi sebaiknya kita bawa kantong belanjaan sendiri, jadi bisa mengurangi pemakaian kantong belanja yang nanti ujung-ujungnya akan dibuang juga. Aku selalu bawa dua tas belanja yang terbuat dari kain (gratisan dari kampus pas daftar ulang). Trus jangan harap si kasir akan bantuin masukin belanjaan kita ke kasir ya, kita harus masukin sendiri, plus harus sambil sigap pula membayar belanjaan.

Jadi teringat kalau belanja di salah satu supermarket di Batam, kita belanja kurang dari sepuluh item aja bisa dapat kantong plastik lebih dari lima!!! Belum lagi kalau saatnya belanja bulanan, astaga bisa dapat lebih dari sepuluh plastik!!! Boleh lah ya mulai saat ini kita sama-sama membiasakan diri bawa kantong belanjaan, lumayan buat ngurangin limbah plastik.

2. Menyebrang

Di setiap lampu merah, selalu ada tiang beserta tombol khusus untuk para pejalan kaki. Jadi kita pencet itu tombol, nanti akan ada tulisan WAIT di atas tombolnya, plus lampu merah buat pejalan kaki akan menyala. Nanti kalau tanda untuk pejalan kaki sudah hijau, baru boleh menyeberang. Tapi ngga semua juga sih tertib untuk masalah begini, ada aja yang bandel tetap menyeberang walaupun lampu tanda pejalan kaki masih merah. Apalagi kalau memang setelah lihat kanan kiri depan belakang jalanan emang kosong, yaudah nyebrang aja deh, males nunggu lama –> tunjuk diri sendiri *jangan ditiru*

3. Makan di restoran

Nah, ini aku menyebutnya restoran, tapi jangan  dipikir aku ke restoran yang wow gitu ya. Restoran yang aku pernah datangi so far baru tiga, KFC, Bistro, dan Kebab Corner *lupa namanya*. KFC udah tau lah ya, fast food. Bistro ini juga fast food yang jualan burger dan kebab. Nah aku perhatikan, setelah selesai menyantap makanan, orang-orang akan selalu membuang bekas tempat makan ke tempat sampah. Sehingga ketika orang lain datang, mereka dapat menempati meja yang sudah bersih. So sweet ya. Dipikir-pikir ya emang ngga ada susahnya kok, bawa kertas atau box bekas tempat makan ke tempat sampah sekalian keluar. Masalahnya di Batam, KFCnya masih pake piring ya, jadi ya rada ribet juga ya kalau kita musti meletakkan piring ke dapur mereka,hehehehe.

4. Masak di dapur flat

Biar kata aku doyan masak, seumur-umur masak ya pakai kompor kalau ngga minyak tanah (jaman di kos Bukittinggi) ya pakai gas. Jaman pendalaman bahasa Inggris di Jakarta yang mengharuskan kita tinggal sementara di rudin Dirut pun, kompornya ya kompor gas. Nah di flat ini, kompornya kompor listrik. Satu cooker itu ada empat stove. Aku mau masak di salah satu stove cuma ga tau musti pencet tombol yang mana, hahahaha. Kalau pakai kompor gas kan gampang ya, tinggal diputer aja satu-satu tombolnya, pasti kelihatan apinya muncul di tungku yang mana. Nah ini aku coba semua juga ngga keliatan apinya ada di tungku yang mana, namanya juga ngga pake api, pake listrik hihihi.

Jadilah saat itu, semua bahan-bahan yang sudah aku siapkan aku masukin kulkas lagi, trus dengan manis aku duduk di ruang TV sambil nunggu flatmatesku masuk dapur. Untung aja ngga beberapa lama ada yang masuk, trus aku tanya deh kalau mau pakai tungku yang ini tombolnya yang mana, Hahahaha, dasar udik!!!

5. Laundry

Kebetulan di hall kita ini, ngga ada laundry point. Jadi, kalau kita mau nyuciin baju, kita harus ke student village namanya. Deket sih, jalan kaki paling 3 menit nyampe, tapi itu kain kotor ya digotong-gotong sama deterjennya,hehehe. Sampai di situ, beli kartu laundry dulu, harga kartunya 2 Pounds, trus pilihan paketnya ada yang 5 Pounds (berarti sisa saldo 3 Pounds buat nyuci), 10 Pounds, dan 20 Pounds. Aku pilih yang  paling besar yaitu 20 Pounds, dengan maksud bisa dipakai beberapa kali, mengingat kalau mau top up itu harus melalui internet dan pakai credit card atau debit card. Berhubung debit card belum jadi, makanya biar ga rempong aku ambil yang 20 Pounds sekaligus.

Trus abis itu masukin aja baju kotornya ke mesin cuci, masukin deterjen, trus tap kartunya, pilih jenis pencucian (baju warna putih doang, atau baju berwarna, dan ada beberapa pilihan lagi aku lupa), trus pencet tombol START, trus tap lagi sekali lagi kartunya buat ngedebet uangnya. Pinter ya aku? Ya pinter, kan minta diajarin sama mahasiswi bule yang nyuci baju di sebelah mesin yang aku pakai hehehhe. Nah tunggu deh 30 menit mesinnya nyuci baju kita. Setelah selesai, nanti pindahin baju ke mesin pengering. Caranya sama, masukin baju, tap kartu, pilih jenis pengeringan, lalu pencet tombol START. Tunggu deh 50 menit bajunya dikeringin, nanti hasilnya bener-bener kering banget dan hangat. Kalau mau langsung dilipat trus dibawa pulang bisa, kalau mau disetrika dulu juga boleh. Ada 3 unit meja setrika plus setrikanya disediakan untuk dipakai. Aku sih abis dikeringin aku setrika sekalian, jadi aku bawa baju yang udah rapih ke flat, tinggal masuk lemari hehehehe.

Selagi menunggu baju dicuci, ada sekitar 3 orang mahasiwa juga nanya aku cara operasiin mesin cucinya, ya udah aku ajarin deh (sok udah ahli) hehehhe, gak deng, aku bilang this is my first time using this machine as  well, but let’s have a try, trus aku kasi tau deh tahap-tahapnya.

Oh ya sekali nyuci biayanya 2,20 pounds dan sekali mengeringkan biayanya 1,10 pounds. Total pengeluaran sekali ke laundry 3,30 Pounds. Oleh sebab itu, mencuci cukup sekali seminggu saja biar hemat,hehehhe. Jadi teringat di Batam, laundri kiloan cuma Rp.7000 sudah sekaligus disetrika tuh! Kalau mau bahkan bisa diantar jemput. Kita tinggal terima beres, hehehhe.

6. Urusan Toilet

Naaah, ini dia nih gegar budaya paling cetar menurut aku. Jadi kalau di Batam, setiap toilet itu pastilah dilengkapi sama shower dan flush. Atau kalaupun ngga shower, ada kan yang kita bisa puter alatnya supaya air buat bebersihnya keluar. Atau paling jamak ditemukan, ya ada ember dan gayung lah buat bebersih. Di sini, kita harus membiasakan diri setiap habis menyelesaikan urusan di toilet bersih-bersihnya pakai tissue toilet 😀 😀 Ngga ada gayung kakak…

Jadilah aku mengusahakan banget biar kalau kemana-mana aku ga mampir  di toilet umum, sebisa mungkin sebelum pergi aku udah ke toilet kamar dulu, atau setelah pulang baru berurusan sama toilet di kamar. Kalau di kamar ya, mau cebar cebur sepuasnya bisa bisa aja kan? Nah kalau di toilet umum kan ngga bisa, hihihi.

Itulah beberapa hal yang baru buat aku, namanya baru seminggu di sini ya wajar  lah ya… Mudah-mudahan nanti cepat beradaptasi sama kehidupan di sini. Amin.

Xoxo,

Shien

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s