Hello from Glasgow

Hi, lama ngga ngeblog, baru sempet ngeblog sekarang ini deh, di masa perkuliahan belum mulai dan urusan registrasi kampus udah selesai.

Sekarang aku lagi berada di Glasgow, untuk melanjutkan sekolah mau ambil MSC di sini. Puji Tuhan, ga pernah menyangka  aku bisa pergi ke belahan dunia lain, untuk sekolah, dan dibayarin pula sama kantor. Haleluya. Abisnya gimana ya, dapat undian aja ga pernah, sekalinya dapat beasiswa itu rasanya terharu biru.

Dari dulu, pengen banget punya cita-cita sekolah S2. Trus sesaat sebelum menikah, sekitar Juni 2010 aku ambil kelas magister di UT yang online tapi tetep ada tutorial tatap muka sekali dalam tiga minggu. Saat itu kondisi aku lagi di Bukittinggi dan kuliah tatap muka dilakukan di Medan. Setelah menikah,aku langsung hamil Michelle, masih tetep jalan sih kuliah dan tatap muka. Adalah sekitar 2 semester aku laluin saat itu. Nah, setelah itu lahiran Juni 2011, udah deh ga sempet lagi belajar. Tau sendiri ya namanya kuliah jarak jauh itu (online) belajarnya itu justru merupakan tanggung jawab kita gimana ngatur waktunya. Dengan kondisi aku punya bayi baru lahir, tinggal berdua doang di kos di Bukittinggi, agak keteteran lah aku ngatur waktu gimana supaya bisa tetep belajar, ngasuh anak, dan bekerja. Ya udah, saat itu aku pikir, udahlah, aku prioritas anak dulu deh, nanti gimana-gimananya bisa dilanjut saat anak udah besar.

Tepat si Michelle umur setahun, Juni 2012, aku dipindah ke Batam, bisa bergabung sama si papa. Tadinya udah tekad kuat banged nih, di Batam aku musti lanjutin kuliah aku, karena di Batam ada kelas jarak jauhnya UT. Ga perlu bolak balik ke Medan, lebih hemat dan lebih dekat. Udah ga ada alasan untuk tidak lanjut kuliah saat itu sebenarnya. Tapi ternyataaaa, begitu bye bye LDR, akunya langsung hamil lagi hihihhihi. Buyar deh cita-cita buat sekolah lagi. Aku mikir udahlah, saat ini udah jalannya ga kuliah lagi kali. Tapi pada saat itu aku yakin banget, suatu hari nanti aku pasti menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. April 2013 Dodo lahir, daaaa sudah menghilanglah ingatan tentang UT bersama air ketuban heheheh.

Trus sekitar Desember 2014, kantor pusat mengirimkan surat yang isinya pengumuman buat pendaftaran calon peserta beasiswa S2 ke luar negeri. Dan karena pengalaman tahun-tahun lalu peminatnya ngga terlalu banyak, maka kantor pusat memperbolehkan siapa saja yang berminat untuk belajar/kursus preparation TOEFL dulu, jadi pas nanti masukin berkas nilai TOEFL kita udah bagus. Biaya kursusnya akan diganti sama kantor pusat, tapi tes TOEFLnya biaya sendiri. Fair enough lah ya.

Saat itu aku cerita sama Denny, aku bilangnya boleh ngga aku coba program ini, dengan pertimbangan kalaupun ntar ngga lulus beasiswa, at least belajar TOEFLnya gratis kan udah lumayan banget tuh. Saat itu Denny bilang, udah ma coba aja, papa sih yakin mama lulus beasiswanya. Trus aku yang “ah papa, ini baru mau minta ijin buat les TOEFLnya loh aku, belum cerita beasiswanya lulus apa ngga”.

Trus dari akhir Januari sampai Februari 2015 aku les intensif TOEFL Preparation di UIB. Lalu akhir Februari ujian TOEFL, dan pertengahan Maret 2015 submit berkas permohonan beasiswa. Akhir April 2015 aku diberitahu kalau aku dan sembilan orang lainnya lulus seleksi berkas, dan harus ikut tes potensi akademik dan wawancara sama petinggi-petinggi di kantor pusat. Awal mei hasil tesnya keluar, trus harus langsung berangkat lagi ke Jakarta untuk ikut preparation for IELTS, trus sama tes TB juga. Sebulan belajar di Jakarta, sambil belajar sambil apply juga ke universitas yang ditetapkan kantor, trus tanggal 30 Mei ikut ujian IELTS, Pertengahan Juni hasilnya keluar, daaaann jeng jeng jeng nilaiku tidak cukup ke universitas manapun yang aku apply hahahhaha. Yang paling buruk itu writing dan speaking, yang mana justru sebenarnya kedua hal itu yang paling penting dalam persyaratan aplikasi ke universitas. Akhir Juni balik ke Jakarta lagi, ikut test IELTS lagi. Persiapan minim, cuma ya aku sebisa mungkin ngomong apaaa aja dan mengomentari apaa aja dalam bahasa Inggris (dalam hati tapi, abisnya malu heheh).

Pertengahan Juli 2015 hasil IELTSnya keluar, lumayan lah overall scorenya naik dikit, dan writing dan speaking juga rada naik dikit lah. Pas pasan buat apply ke satu universitas istilahnya hehehe. Jadi secara resmi aku melupakan dua universitas lain yang letaknya di England dan mulai fokus ke satu universitas yang letaknya di Scotland. Akhir Juli semua outstanding conditions aku kirim ke agent, agennya langsung submit ke portal kampus. Awal Agustus 2015, aku dapat unconditional letter, dan beberapa hari kemudian aku dapat CAS (ini semua dapatnya pas Dodo dirawat di Rumah Sakit). Tanggal 25 Agustus bikin Visa UK yang priority, tiga hari kemudian dapat kabar dari agent kalau visanya granted.

Setelah itu, dapat surat dari kantor pusat mengenai penonaktifan sebagai karyawan kantor cabang terhitung 7 September. Cuma aku ambil cuti sebelumnya supaya aku bisa punya waktu lebih buat anak-anak. Lumayan lah bisa anter jemput Kakak sekolah, nemenin Dodo main, masakin anak-anak kue kue kesukaannya, ngobrol sambil pelukan sepanjang malam sama papa, hehehe. Ya gak cukup sih waktunya dibanding sama waktu setahun aku harus tinggalin mereka, tapi kami menikmatinya.

Anter Kakak Sekolah
Anter Kakak Sekolah
Nemenin main si bang Dodo
Nemenin main si bang Dodo
Donat buruk rupa tapi kalo kata anak dan suami enak bangeeeet
Donat buruk rupa tapi kalo kata anak dan suami enak bangeeeet
Hobi banget nungguin hujan biar bisa pakai payung
Hobi banget nungguin hujan biar bisa pakai payung
Main di rumah sama kesayangan
Main di rumah sama kesayangan
Roti isi coklat (lupa oles kuning telur) anak-anak doyaaan
Roti isi coklat (lupa oles kuning telur) anak-anak doyaaan

Tanggal 10 September 2015 kami berempat berangkat ke Jakarta, merayakan wedding anniversary yang ke 5 di Seaworld, anak-anak seneng banget, aku lebih seneng lagi ngeliat mereka seneng.

2172 2174 2178

Setelah itu aku masih ngurusin beberapa hal ke kantor pusat, trus masih sempet ketemuan sama sahabat sahabat, dikunjungi sama adek Yun, ketemu sama sepupu, plus sekeluarga kemaren formasinya lengkap, adek-adek, mami dan papi, pada ke Jakarta semua mau nganterin aku berangkat. I feel blessed. Tanggal 12 pukul 22.30 aku check in, trus tanggal 13 jam 00.40 aku terbang naik Emirates ke Glasgow tapi transit Dubai dulu.

2182 2192 2194 2199

Saat aku nulis ini, aku masih di Hostel, akomodasi belum dapet. Pengennya tinggal di student accomodation, tapi pada full. Mulai lirik-lirik private flat juga ini jadinya. Kiranya Tuhan memberikan tempat tinggal yang baik buatku belajar di Glasgow ini.

I got my dream, but It’s not the end. It’s the beginning of my journey, and i have to make it sucess.

Sekian dulu ceritanya.. Maklum ya pengaturan fotonya acak adul, amatiran hahahah

Regards,

Shien

Advertisements

4 thoughts on “Hello from Glasgow

  1. Sukses dan lancar semuaaaa ya shinnnnnn teman2 DPK nunggu kesuksesan kepulangan shinta dri study, jangan lupa bagi pengalaman & cerita2nya ya…….

  2. Hai dek, baca blog-mu diawal, teringat jg S2 kakak yg ga kelarrr..tp masi punya mimpi tuk bisa S2 palagi klo bisa keluar negeri…saat ni memang fokus keluarga dulu la, waktu Tuhan yang terbaik…tetap smngat kuliahnya ya…..miss u…

    1. Kak Heleeeen, miss you too
      Aku percaya rancangan Tuhan adalah rancangan terbaik buat kita kak. aku juga ngga nyangka bakal dapat kesempatan secepat ini, di luar rencanaku. Nanti agak gede anak-anak baru lanjut kak, semangaaat kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s