Naik Panggung Pertama Michelle :D

Helloooww blog, lama ngga ketemu 😀

Kali ini aku mau cerita tentang kelas musik Michelle dulu yaa. Jadi kan, awal Oktober kemaren, tepatnya tanggal 5, Yamaha itu mengadakan Yamaha Music Fair. Music fair ini semacam pameran peralatan musik yang disertai lomba-lomba di setiap tingkatan kelas musiknya. Nah Michelle kan baru tingkatan paling dasar tuh, alias masih tingkatan yang belajarnya masih senang-senang, jadi nggak ikut lomba-lomba deh. Tapi, anak-anak kelas music wonderland ini diberi kesempatan tampil di panggung sebagai pembuka acara, horeeeee….

Dari awal September, guru lesnya udah wanti-wanti, bahwa awal Oktober akan ada music fair, trus di akhir sesi kelas selalu ada latihan buat tampil di panggung nantinya. Oh ya, anak-anak penampilannya menari, bukan menari yang gimana-gimana banget sih, cuma menirukan gerakan beberapa binatang diiringi musik.  Seru deh, pas latihan anak-anak disuruh maju ke depan terus memeragakan gerakannya hihihihi.

Awalnya, aku sempet mikir kalo Michelle pasti nggak mau disuruh maju ke depan nih, soalnya kan aku tau banget anakku biasanya jago kandang doang,hahahahaha… Kalo di rumah sih bisa dia, giliran di depan umum suka pura-pura nggak bisa T______T. Tapi ternyata dugaanku salah, mau loh dia disuruh maju ke depan. Hapal pula semua gerakan walaupun masih malu-malu sih 😀

Nah supaya lebih manteb, kita setiap sepulang sekolah minggu nggak langsung pulang, tapi main dulu di gedung serba gunanya gereja di lantai 1. Di situ kan ada panggung yang biasa dipakai untuk pelaminan, tapi kalo lagi ngga ada acarakan panggungnya kosong, kita pakai deh itu buat latihan si Michelle,hahahahaha. Maksud kita sih, biar dia ada gambaran lah gimana sih naik panggung itu.

Naik panggung pura-pura di gereja

Pada hari H, dari rumah anaknya udah dibilangin kalau ntar panggungnya lebih besar, trus yang nonton banyak, tapi nanti nggak boleh malu-malu supaya miss-nya nanti tau kalau Michelle udah bisa. Dia dibilangin gitu jawabnya sih iya iya doang,hahahha. Trus anaknya dikasih makan sampai kenyang dulu, trus disuruh pup, disuruh pipis, disuruh minum yang banyak. Abis itu mandi, pakai baju, trus berangkat deh bareng-bareng ke Mega Mall tempat diadakannya acara. Begitu sampe di parkiran, anaknya hepi gak sabaran mau naik panggung, mamanya mules karena nervous hihihihi.

Menunggu pembukaan dan giliran naik panggung

On Stage!

Tiba saatnya naik panggung, puji Tuhan Michelle mau dan nggak pake drama disuruh naik ke atas panggung. Dia melakukan semua gerakan dengan baik walaupun dengan tampang bingung plus malu, hahahaha.

Abis tampil, masing-masing anak dikasih hadiah puzzle sama sekolahnya, asli anaknya jadi giraaaaaang banget. Trus abis itu, aku tanyain kan mau dikasih hadiah apa sama papa mama sebagai reward kakak udah tampil dengan baik, jawabnya apa coba? “Beliin buku yang ada stikernya ma!” Hahahahahaha, sungguh mudah ya membuat anak kecil senang. Buku tempel stiker aku beli seharga Rp. 20.000,- saja lohhh.

Kita memang lagi pengen mendorong Michelle untuk berani tampil di muka umum, biar kayak bapake berani tampil-tampil. Kalo mamanya, yah sudahlah, disuruh ngasih kata-kata untuk acara tahun baru keluarga aja udah bikin merinding disko, mules-mules, dan gak tidur berhari-hari,hahahaha. Manalah mungkin mamanya ngimpi punya anak yang nanti bisa main piano di gereja kalo maju ke depan aja ga berani. Mudah-mudahan aja naik panggung pertama ini jadi batu loncatan yang baik untuk panggung-panggung berikutnya, panggung pertunjukan nari ballet mungkin, ciyeeeee… Semakin besar, semakin pintar, semakin percaya diri ya sayang..

Si Piano Idaman

Oh ya, karena di sekolahnya banyak piano, si Michelle udah mulai suka lihat-lihat model piano, trus udah punya piano favorit dia. Aku tanya-tanya guru musiknya, gurunya bilang kalau sekarang sih ga punya alat belum apa-apa, tapi nanti kalau udah naik tingkat ke JMC harus punya alat. Ya sudahlah kita ga terlalu kepikiran kan, cuma pas di pamerannya ternyata piano yang dipengen sama Michelle ada dipajang. Tanya-tanya harganya, sukses bikin kita (hampir) pingsan….. Sementara waktunya punya piano belum sampai, mari kita menabung untuk membeli piano idaman kakak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s