[Highlight] 2017

Happy new year 2018….

*udah telat mbaaaak* πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Waaah ngga terasa ya, tahun 2017 sudah berlalu. Januari 2018 eh udah masuk hari ke sebelas aja nih, time flies yaaaa..

Pas iseng ngecek blog, eh last post bulan Juni 2017, berarti blognya sudah dianggurin selama kurang lebih 6 bulan hahahaha..

Karena sudah masuk 2018, maka aku tiba-tiba pengen review apa aja sih yang sudah dilewatin di 2017? Semacam ingin menuliskan memori-memori indah tahun 2017 (di luar ultah anak dan suami yaa, ini sih pasti selalu diingat) dalam satu tulisan di blog gitulah.

Januari 2017

Kita sekeluarga melewatkan malam tahun baru di Medan, yeay… Agak jarang ya bisa cuti dari mulai Natal sampai pertengahan bulan di tahun baru. Jadi, kebetulan saat itu rekan satu bidang ada empat orang, so total staff ada 5 sama aku. Biasakan personil di bidangku itu jumlahnya memprihatinkan ya, jadi jarang bisa cuti akhir tahun berlama-lama. Nah mumpung staff lagi banyak, bos jadi enteng aja gitu ngasih ijin cuti agak panjang πŸ˜€ . Puji syukur banget karena memang di pertengahan Januari 2017 adikku menikah di Medan, jadi ya nggak perlu bolak balik deh ke Medannya.

Februari 2017

Di Februari 2017, aku bersama papi mami pergi check up ke Melaka.

Gara-garanya, suatu hari papiku yang saat itu lagi di Batam merasa nggak nyaman di dadanya terus minta dibawa ke dokter spesialis jantung buat diperiksa. Ya langsunglah aku bawa kan ke salah satu RS ternama di Batam. Cek EKG dulu lalu hasilnya dibawa masuk ke ruangan dokternya. Begitu lihat hasil, dokternya tanpa ba-bi-bu langsung bilang “Bapak harus segera pasang pen. Ini harusnya sudah dipasang sejak beberapa tahun yang lalu. Jadi kapan mau pasang pen? Kalau bisa jangan terlalu lama, maksimal dalam dua minggu harus sudah pasang” and I was like HELLOOOOW, belum nanya-nanya keluhannya apa udah main todong suruh pasang pen. Emosi gak sih? Teruskan papi berusaha menjelaskan keadaan perasaannya bahwa yang dialaminya bukan sakit nyeri atau gimana, tapi cuma merasa sedikit beda dari biasa. Dan dokternya mendengarkan dengan sikap malas-malasan gitu.

Karena merasa gak cocok sama statement dokternya, ya sekalian aja deh check up di Melaka. Jadi pergilah kita check up ke sana. Surprisingly, di sana hasil cek jantung malah menunjukkan semuanya baik, tidak tampak ada keanehan, jadi tidak perlu dilakukan tindakan apapun. Mendengar itu kita jadi bersyukur banget bahwa kita masih terpikir untuk mencari second opinion.Β Coba aja saat itu kita nurut aja pasang pen, mubazir nggak sih?

Maret 2017

LDR is killing me. Kira-kira itulah gambaran hati di bulan Maret. Jadi saat itu aku merasa udah capeeek banget apa-apa harus sendirian di Batam, no ART, no kendaraan padahal mesti jemput anak-anak on time dari penitipan di sekolahnya.Β  Anak-anak mesti dijemput jam setengah empat teng! So aku dari kantor mesti ke sekolah, lalu bawa anak ke kantor, lalu pulang ke rumah! Jadi ke mana-mana mesti naik taksi (atau angkot dan gojek bila tanpa anak-anak). Saat itu belum ada gocar di Batam, so bayangin sendiri dalam sebulan aku mesti ngeluarin berapa untuk bayar Bluebird bila sehari aku pakai taksi 3 kali dengan rute yang lumayan, tambahkan satu bila hari hujan! Kalau hujan, gak bisa naik ojek langganan pagi-pagi ke kantor qaqaq! Itu baru dari satu sisi ya, masalah biaya transport, belum lagi hal-hal lain yang remeh tapi sulit dikerjakan bila hanya bersama dua bocah, belanja ke pasar/supermarket misalnya!!! Hahahahahaha….

Pokoknya masa-masa itu aku rasanya udah putus asa banget karena seolah-olah LDR tiada akhir. Ya udah, jadi aku bilang sama suami, AKU POKOKNYA MAU DIBELIIN MOBIL X, NGGA NGERTI DUITNYA DARI MANA YANG PENTING AKU MAU PUNYA MOBIL KECIL! #istrimacamapa πŸ˜€ πŸ˜€ :D. Kenapa mesti mobil kecil? Karena aku tak pandai parkir. That’s why sebenarnya mobil kita diangkut ke Tangsel, sebab aku merasa mobilnya susah diparkirin jadi aku ga bakalan pakai juga kalau ditinggal di Batam. Si papa karena udah jengkel, apa kasihan, apa takut istrinya gila, akhirnya bilang iya, trus udah diaturlah tanggal cutinya ke Batam buat memenuhi permintaan istrinya! Di tanggal kepulangannya itu, eeeehhhh koknya tiba-tiba ada SK pindahku. Manis banget nggak sih? Semacam semesta mendukung agar ngga jadi NGUTANG BUAT BELI MOBIL hahahahahahaha…

April 2017

Nonton konser COLDPLAY di SINGAPORE dengan muka sumringah karena LDR akan segera berakhir, udah mau pindah, plus ga jadi ngutang hahahaha. Ini kita cuma pergi berdua ke Singapore, semacam bulan madu gitu deh jadinya. Naik turun MRT sambil gandengan tangan, gitu aja udah bikin bahagia.. Tahun ini ke mana kita, pa? *sikut suami*

Per 10 April aku resmi masuk ke kantor pusat di Jakarta. Tapi saat itu anak-anak aku tinggal di Medan karena minggu depannya mau balik lagi kok ke Medan karena adek iparku mau nikah. Jadi abis acara nikahan deh baru kita bawa anak-anak.

Mei 2017

Mulailah proses horor di mana kita menyaksikan bagaimana saldo tabungan tergerus secara signifikan buat bayar uang pangkal sekolah anak! Ckckck, sekolah sekarang mahal amat ya? Perasaan jumlah uang yang dikeluarkan mami untuk bayar kuliah aku dari awal masuk sampai lulus ditotal juga gak segitu-gitunya amat!Β  Untungnya setelah bayar-bayaran sekolah, rumah kita yang di Batam ada yang mengontrak. Lumayanlah jadi gak kritis-kritis amat kebangkrutannya πŸ˜€

Juni 2017

Libur lebaran, for the first time kita sekeluarga bersama dengan sahabat keluarga kita road trip ke Solo dan Yogyakarta. Timingnya pas berangkat ke Solo pas banget, kita gak mengalami kemacetan di jalan. Nah, pas pulang dari Yogya kita kena macet berjam-jam sehingga waktu tempuh belasan jam lah baru sampai Tangsel. Lumayan ya, walaupun cuma sebentar, kita sempat keliling Solo (walau semua destinasi kuliner tutup kecuali Markobar), keliling Jogja (walau jalanan Jogja macet banget) dan sempat ke Borobudur juga. Would love to go on a road trip again in the future.

Juli 2017

Anak-anak udah mulai masuk sekolah baru dan kelihatannya so far mereka nyaman dengan sekolahnya. Di bulan Juli ini, kita balik ke Medan lagi, kali ini karena adik aku yang satunya lagi menikah. Jadi di satu tahun, ada dua adikku dan satu iparku yang menikah πŸ˜€ Sungguh rekor yaaa baru bulan Juli tapi bolak balik Medan full team udah 3 kali hahahaha *Kibarin bendera putih melihat saldo tabungan*

Agustus 2017

Memasuki semester 2 tahun 2017, urusan perdinasan agak lumayan padat jadwalnya. Di Agustus 2017 ada business trip (sok oke banget istilahnya πŸ˜€ ) ke Malang dan Kalimantan Barat. Besides, aku juga mendapat kesempatan ikutan workshop teknis di Bandung.

September 2017

September ini terasa lebih spesial, karena :

  • 7th wedding anniversary, yeaaay! Untuk merayakan, kita maunya romantic dinner sambil minum wine gitu lah. Tapi karena bocah rempong, ya ga tega juga mau dinner jauh-jauh, jadilah kita merayakan ultah pernikahan di The Breeze BSD yang cuma selemparan batu dari rumah kontrakan kita!
  • Another akad kredit. Bukaaan, bukan mobil lagi kok πŸ˜€ Jadi berhubung awal Oct 2017 masa kontrak rumah kita habis, suami bertitah suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita langsung aja deh nyicil rumah yang ready stock, yang bisa langsung ditempati. Dia gak mau bayar kontrakan lagi. Suamiku emang suka rada ajaib gitu πŸ˜€ Agak berdebat panjang juga sih pada saat itu, di mana aku memenurutku langsung nyicil rumah itu terlalu mendadaklah, aku belum siap, mending lanjutin kontrak rumah aja setahun lagi. Cuma akhirnya sepakat juga buat nyicil rumah. WELCOME CICILAN KPR #2 πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Anyway, namanya doang sih rumah ready stock siap huni, tetapi menurutku tetap aja kalau mau dihuni memerlukan renovasi sana sini agar layak huni sesuai dengan kebutuhan.
  • Di tengah-tengah sibuk renov sempat berangkat dinas ke Medan dan Meulaboh terus ikutan workshop teknis ke Batam. Di sela-sela workshop sempat ketemuan sama teman-teman sepergaulan, hahahha, istilah apalah itu. Gank Batak lah pokoknya!

Oktober 2017

Awal Oktober, puji Tuhan sesuai rencana kami bisa menempati rumah “kecil mungil namun milik sendiri” walau dengan keterbatasan sana sini. Maksudnya, hari pertama masuk belum punya gorden, jadi jendela dilapis koran. Besok baru belanja gorden hahahaha. Udah belanja gorden, eh baru ingat ngga punya tools buat masang gordennya, huhuhu. Tapi thanks to IKEA yang bisa dikatakan deket banget dari rumah. Kalo perlu sesuatu tinggal ngacir sebentar, manalah parkirnya gratis pula kan, bikin betah berlama-lama hahahaha. Juara banget deh semua perintilan rumah dia jual dengan harga yang bervariasi. Tinggal pilih aja sesuai kemampuan bayar kita, bebaaaaas.

Urusan perdinasan, di bulan ini kita satu tim dinas ke Semarang, Magelang dan Jogja.

November 2017

Di sekolah musik anak-anak, biasa sekali setahun ada concert sebagai ajang unjuk kebolehan bermusik si anak. Sebenarnya, dua bulan sebelum ini ada semacam mini concert juga dan anak-anak udah ikut juga. Namun, mini concert ini diadakan di aula sekolah musiknya. Nah kalau concert tahunan ini diadakan di mall, jadi skalanya beda ya.. Syukur sekali anak-anak bisa tampil dengan baik dan nggak malu-malu.

Di bulan November ini pula, for the first time,secara nggak sengaja di salah satu bioskop di TangSel aku bertemu dengan penulis idola sejak jaman SMA. Siapakah dia? Yuppps, the famous mbak Dewi Lestari alias Dee.. Waaaa, itu senangnya ngga bisa diungkapkan loh. Manalah mbak Dee nya ramah sekali, pokoknya aku speechless deh!

Oh ya, di bulan November ini aku juga ikutan suatu project di kantor, yang mana mengharuskan aku pergi ke Jambi, Belitung, dan Bengkulu. Places I’ve never been before!

Desember 2017

Di bulan Desember, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun, biasanya kantor mengadakan Employee Gathering serentak di beberapa kota di Indonesia. Ini pertama kalinya ikut EG di lingkungan kantor pusat ya kaaan, takjublah aku begitu tahu bintang tamu yang mengisi acara itu adalah penyanyi kesukaan dari jaman SD!! Hayoo coba siapa yang gak tau lagu Cerita Cinta atau Cantik? Yupss, KAHITNA man! Selain itu ada sih beberapa penyanyi lain tapi aku ngga terlalu suka jadi kesannya biasa aja hahahaha.

Sebelahan sama gedung acara EG, masih dalam rangkaian memeriahkan ultah kantor, juga diadakan acara hiburan yang terbuka untuk umum, yang mana pada hari itu acara tersebut dimeriahkan oleh SLANK dan Sheila on 7 (SO7). Ya udahlah, abis dari acara EG, langsung pindah ke gedung sebelah trus nonton SO7 dan SLANK. Senang bangetlah pokoknya!

Terus pas Natalan kita ke Palembang untuk merayakan Natal bersama papi mami dan adik-adikku (formasi lengkap, eh kurang satu adik ipar sih, lagi ngga bisa cuti), trus abis itu ke Bandung rame-ramean bersama mertua dan ipar yang formasinya juga lengkap (eh minus suaminya para ipar, masing-masing masih kerja sih hehehe). Tahun baru kita di rumah aja nggak ke mana-mana lagi.

Apakah sepanjang 2017 semuanya berjalan mulus dan bahagia? Ya nggak juga sih, cuma mending yang diingat yang senang-senangnya aja deh, sekaligus mengingat dan menghitung bahwa betapa banyak berkat yang sudah aku terima di tahun 2017. Katanya kunci kebahagiaan adalah banyak-banyak bersyukur. Terus ada satu quote dari IGnya @becktum yang aku ingat banget nih, katanya “you become a better person when you are happy”. So, I choose to be happy πŸ˜€ πŸ˜€

Semoga di tahun 2018 aku semakin banyak bersyukur…. Welcome 2018, I’m ready for the journey ahead!

 

 

 

Advertisements

Gabriel 4 yo

Super late post πŸ˜‚

Seharusnya ditulis pas 19 April 2017 yak.. Namun apalah dayaku, rempong banget hihihi.

Ga seperti kebiasaan ultah sebelum2nya, ultah ke 4 ini ngga dirayakan di panti asuhan. Penyebabnya as mentioned di atas, emang kita sekeluarga lagi sibuk berat.

Mulai dari proses pindahan from BTH to CGK, at the same time SIL aku menikah, semua serba mendadak dan aku mesti handle pindahan seorang diri *keluh*, angkut koper ke Medan, ketemuan sama Si papa di Medan, titipin anak-anak di adek aku, trus aku berangkat ke Jakarta berdua sama si papa. Jadi pengantin baru deh kurang lebih 2 minggu πŸ˜‚, berdua dua aja kemana-mana.

Anyway, long story short, tanggal 19 April 2017 adalah puncak2nya repot. Dodo ultah tapi mamanya ngga sempat mikirin kue huhuhu karena kita sekeluarga from Denny’s side mau ke Onan Ganjang menghadiri pernikahan SIL aku. Berangkatnya harus 19 malem supaya pagi-pagi bisa tiba ontime di tujuan. Lama perjalanan kurleb 8 jam perjalanan darat.

Jadilah, aku mesti udah pergi ke salon buat sasakan mulai dari sore jam 6.. Selesai salon, baru tiup lilin dan potong kue seadanya di tengah-tengah persiapan mau berangkat. Untung adek aku sempet beli kue ultah yang proper, yang atasnya bergambarkan Zombie dan motornya Marquez, as requested by Dodo couple of weeks before. Besides kue, juga tantenya tak lupa beliin kado ultah. Jadi, aku ngga merasa bersalah-bersalah amatlah menelantarkan anak di hari ultahnya hihihi.

Abis itu berangkat, dan yang bersangkutan langsung tidur di pangkuan mama like 8 hours non stop. Pegel banget tangan mama, Do!

Meskipun sederhana, tapi mudah-mudahan ada kisah yang bisa dikenang di ultah abang yang ke 4 ya bang. Plus yang bikin happy, kita berempat udah bisa kumpul lagi as a normal family dalam satu kota, satu rumah, satu tempat tidur semuanya *ya emang sempit sih πŸ˜„*. Ngga LDRan lagi. Just what I need. Couldnt ask more.

Semoga jadi anak yang takut akan Tuhan ya bang, anak yang pinter, sehat, berani.. Sayang sama papa mama dan sama kakak.

Love,

Mom

 

Michelle 6 yo

To my dearest daughter,

6 years ago today, was the day we met for the first time.

Happiest 6th birthday, baby girl πŸ˜€

I’ve loved you before I met you, and now I love you even more until forever..

Dare to dream then achieve your dream(s)

I will always be there to support you, don’t you worry

As you are 6 now, welcome to primary school baby..

Enjoy your new adventure, I know you will.

Xoxo

Mum

2011-06-15
A few hours old πŸ˜€
2012-10-27
1 year old
2013-09-xx
2 years old
2014-11-29 16.28.54
3 years old
1850
4 years old
2016-06-06
5 years old
IMG_2855
6 years old
IMG_3040[1]
Now she’s ready for primary school πŸ˜€

Tadi malam :D

Percayalah, ada kalanya pas kita udah capek banget kerjain rumah seharian, kaki rasa mau copot, pinggang juga mau patah, pengen cepet istirahat di tempat tidur, trus di situ pula bocah-bocah berantem mengenai di sebelah siapaΒ mama seharusnya tidur T___T

Rasanya pengen teriak marah-marah, tapi udah malam, malu sama tetangga πŸ˜€

Lalu mama bijaksana pun berkata, “udah kalau begitu mama tidur di tengah aja, jadi abang dan kakak masing-masing bisa tidur di samping mama”.

Dan dijawab sama si bocah lelaki “NGGAK MAU! ABANG MAUNYA MAMA TIDUR DI SEBELAH ABANG AJA”. Dan disusul oleh tangisan si kakak yang gak rela mama tidur di pinggir.

What should I do? *puyeng*

Lalu, udah ya, sumbu udah makin pendek. Langsung dah tuh mengeluarkan ultimatum. Abang kalau nggak mau mama tidur di tengah, maka mama akan tidur sama kakak di kamar depan. Abang silahkan tidur sendiri di kamar sini.

Tentu saja mama berharap anaknya jadi lumer trus bolehin mamah tidur di tengah. Biar kakak dan abang sama-sama tidur di sebelah mama. Mama juga bisa cepet-cepet tidur.

Guess what? Yang bersangkutan malah bilang “Iya ma, gakpapa mama mau tidur di kamar depan sama kakak, abang udah berani tidur sendiri!”

Rada shock juga sih. Nggak nyangka anaknya bakal berani ditinggal sendiri gitu πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Yaudah, pindahlah kita ke kamar depan, trus nyalain lampu, nyalain AC, bongkar selimut, trus baruuuuu aja mau terlelap, tak lama terdengar suara anak kecil “Mama, mama boleh kok tidur di tengah”.

πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Ya udah, ngungsi lagi kita balik ke kamar belakang..

5 menit kemudian dua bocah langsung pulas.. Trus mikir, duhhh anak-anak ini ya, kenapa ngga dari tadi aja sih mau dibilangin mama? Kan ga perlu marah marah dan pindah-pindah segala..

 

 

What a hectic day

So I woke up this morning a wee bit late than usual.

Normally I wake up at 4 AM and do the cooking, house cleaning, preparing the lunch boxes, not to mention laundry thingy etc so the kids could be ready at 06.45 AM, 5 min before the school bus arrives.

But today, it’s already 5.45 AM and the school outfits haven’t been ironed yet!!! My gosh! What should I do? *fail mama detected* So I prepare the meals as fast as I can while my mouth screaming to wake the kiddos up! Showering them in one or two minutes, making them up, then I don’t know how but finally they are ready on time!!!!

As the bus coming, Dodo starts crying, he doesn’t wanna go to school. OK! I told the driver to go without Dodo, because it’s impossible Β to calm dodo in a minute. A few minutes later, he’s still crying, then telling me that he doesn’t like the socks I’ve chosen for him! Well, in case you don’t know, simple thing can be a big problem for him, this time, socks do matter!! I give him another pair of socks and then put them on happily!

Then, me and Dodo go to school by ojek, hand him to his teacher, and rushing to office. Thanks to traffic, I arrive only 5 minutes late πŸ˜€

 

Kebolak-balik

Hi there, long time no see. Really dont have time (and mood) to write when at the same time i have so many things in my mind to release, kalo kata Coldplay sih “stuck in reverse” bhahahaha.

Nah ini kenapa nulis? Ini sih tulisan iseng pas lagi stuck kerjaan plus hatiku lagi gundah gulana, yaudah nulis dulu deh.

Pernah dengar kalimat ini ngga? “Sekarang jaman udah kebolak balik, kadang yang minjem duit lebih galak dari yang minjemin” atau kalau followernya LT pasti hapal sama komen satu ini “selingkuhan lebih galak dari istri resmi” or things like that yang menggambarkan situasiΒ terbalik-balik.

Nah minggu lalu aku ngalamin tuh kejadian begitu, bukaaaan, tentu saja bukan merujuk pada kalimat kedua yak, melainkan kalimat pertama. Jadi beberapa bulan lalu adalah si A minjem duit ke aku, nominalnya sekian lah ya, ga penting banyak sedikitnya juga. Aku ngga terlalu akrab sih, tapi pas mau minjem niat banget sampai nungguin aku keluar dari WC coba. Nah aku mikir positip aja ya, berarti emang dia lagi perlu banget sampe bela-belain nungguin gitu. Yaudah aku kasih kan. Janjinya akan dibayar pas gajian. Nah sehari sebelum gajian, dianya dateng lagi, bilangnya belom bisa bayar. Minta waktu sampai gajian bulan depan. Nah, setelah pay day datang lagi, dia ngga bayar-bayar juga. Sehari-dua hari aku diemin kan. Setelah lima hari, aku tanyain dong, eh mana janjimu? Trus dia bilang ngga punya duit trus bilang iyalah tenang aja, pasti dibayar kok! Pakai nada suara yang gimana gitu!

Yaelah, kalo emang ga punya duit kenapa abis gajian ngga langsung bilang minta waktu lagi kek, apa kek. Pas ditanyain, galakan dia dari gue bok!!! Trus besok-besoknya sikapnya jadi berubah, dari yang dulu suka nyapain pagi siang sore, almost every time kalo ketemu, ini jadi diam seribu bahasa. Udah males duluan liat orang begini ya, cuma mau ngomong ke dia lagi kok ya males. Yaudahlah, aku catet aja dalam hati, dibayar atau ngga dibayar, sampai kapanpun aku ngga akan minjemin lagi ke dia hahahaha..

Trus ada lagi nih, ada yang minta bantuan aku lah buat ngecekin sesuatu. Aku udah bilang, aku bisa minta temenku bantuin ngecek, tapi ngga bisa cepat. Ini posisi aku nolong orang ya. Trus belum sejam udah di smsin nanya hasil, aku ngga bales. SMSnya ngga pakai basa basi, langsung to the point.Trus setiap jam kirim sms lagi lagi dan lagi dan ga aku bales-bales kan biar makin penasaran, hahahaha. Eh, dia WA loh pkai nomer lain. Langsung aku block contactnya. BHAY. I mean, duh kalo orang minta tolong ngerti ya. Ada proses, ada pihak lain yang kita libatkan, dan yang paling penting ngga mendesak kok sebenarnya permintaannya dia ini. Sabar kek, ngga bisa dong desak-desak kaya gitu, ih nyebelin!

Trus ada lagi nih. Aku mau ke RS kan naik angkot. Trus di tengah jalan, ada angkot jurusan yang sama datang dari belakang. Nah si supir ini, ga ingin disalip, jadi mulailah dia nyetir ugal-ugalan biar dia tetap berada di depan. Pas ketemu lampu merah pertama, dia udah mintain ongkos ke aku. Alesannya, biar nanti turunnya cepat. Okelah, aku kasih kan. Trus menuju lampu merah kedua, jalanan macet karena lagi proyek fly over. Ini angkot saingannya udah mulai mendekat. Trus si supir bilang, kak turun sini aja kak. Aku bilang nggak mau, aku mau turun di halte setelah lampu merah. Dia bilang nggak bisa, nanti kalo turun di lampu merah bisa kena tilang polisi. Trus aku bilang, aku bukan mau turun di lampu merah, aku mau turun di halte setelah lampu merah. Eh, supirnya ngomel-ngomel, dan maksa supaya tetap turun di tengah kemacetan. Pake sok nasehatin pula, kalo berenti di halte nanti jalannya jauh. Naik juga emosi kan, jadi aku bentak aja dia, heh, saya mau turun di halte setelah lampu merah. Mau saya jalan jauh atau dekat bukan urusanmu! Kalo mau ngebut-ngebutan bagus ga usah ambil penumpang!! Lalu dia ngomel-ngomel lagi! Pas turun, aku banting tuh pintu sekuat tenaga.

Gimana jalanan ngga makin macet ya kan, kalo supirnya aja minim pengetahuan, ga tau tempat berhenti yang benar, maunya ugal-ugalan, gak sopan sama penumpang. Hihhh, buang-buang energi aku aja buat marah-marah! Tapi at least aku merasa benar hari itu, benar turun di halte instead of turun di jalan pas lagi lampu merah!

Moral of the story, ga usah minjemin duit kalo ga mau cape hati, ngga usah nolongin orang kalau ngga mau didesak-desak, dan ngga usah sungkan ngamuk sama supir angkot kalo emang dia salah plus sok jago! Beneran deh revolusi mental itu harus dilakukan di semua aspek ya sampe pribadi-pribadi, ga cuma di pemerintahan doang.

I know, kesimpulan yang aneh.

See you!

 

 

 

Finally..

Hei blog, long time no see πŸ˜€

Dari judul, udah ketauanlah ya, pemales yang ngga tau mau kasih judul apa hehehehe.. Finally, aku balik juga ke Indonesia. Sudah lama sih baliknya, 05 September kembali sampai dengan selamat di rumah di Batam. Pas ketemu anak-anak di bandara, duhhh ngga bisa aku gambarin lah ya gimana perasaanku saat itu. Senang banget iya, plus terharu juga, plus merasa kepanasan juga kena cuaca Batam, hahahaha πŸ˜€

Saat balik dari Glasgow, aku posisinya memang udah submit project 3 dari 3 projects yang harus ditulis. Cuma belum bisa banyak ngomong, karena memang nilainya baru aku terima by the end of September. Selama menunggu, aku terus terang dag dig dug, takut dapat email dari kampus nyuruh resubmit tulisan hahahaha.. Puji Tuhan, akhir September aku dapat email bahwa nilai projectku lulus semua kok, dan aku puas dengan nilainya regarding the entire writing process yang cuma satu bulan setengah buat 3 projects when normally it takes 3 months to fulfill those 3 projects completely. Sekali lagi, tak habis-habisnya aku bersyukur bahwa akhirnya aku bisa kelarin kuliah ontime, dengan nilai akhir yang ngga jelek-jelek amat walaupun tanpa embel-embel merit apalagi distinction *yaiyalaaaaah*.

Proses belajarnya sendiri mati-matian ya, apalagi honestly aku ini orangnya emang pelupa banget. Jadi tipe yang hari ini kuliah, trus balik kuliah ke perpus, trus kerjain tugas-tugas, trus aku merasa udah paham banget. Tapi besokannya aku kalau lihat/ngerjain soal yang sama, aku blas ngga tau trus bener-bener harus ulang lagi satu demi satu materi kuliah. Ya begitulah, bayangin aja satu semester ada berapa matkul plus tugas-tugas, dan every time I worked on my assignment, aku harus ulang dari awal biar bisa kerjakan soal di bab terakhir. Pingsan ngga tuh? πŸ˜€ πŸ˜€ Faktor U mungkin *ngeles*.

Bener-bener up and down ya, bener-bener nangis-nangisan. Sampai pernah tuh, pada suatu hari aku stress berat, trus dalam perjalanan ke perpus dari flat tiba-tiba di depan gedung farmasi tuh aku yang GUBRAK!! Jatoh aja gitu, lutut kanan aku luka plus celana jeans aku yang sebelah kanan dibagian lutut robek. Yaudah, trus besokannya, aku pergi lagi ke perpus, dan GUBRAK!! Jatoh lagi aja qaqaq, exactly di tempat dan jam yang sama, dan karena aku pake celana bekas jatoh kemaren, celana tersebut kembali robek di bagian sebelah kirinya hauhauhauahahahahahha… Jadi deh aku pakai celana robek lutut kanan kiri, lagi ngetrend emang sih pada saat itu, la lumayan deh ya, orang mikirnya aku ikutan fashion yang up to date πŸ˜€

Belom lagi pas project, duh gak tidur 4 days in a row (checked), makan hanya dari belas kasih temen seflat karena ga sempat amasak apalagi belanja bahan makanan (checked), lupa kapan terakhir kali mandi (checked), pinjem buku dari perpus sampai limit abis or 20 books in total (checked), turun berat badan *yayyyy* sampai dibilang orang kurusan juga CHECKED!!!! Aku bisa turun 3 kilo dalan seminggu terakhir deadline project loooohhh *bangga*

Sekarang aku ketawa nyeritainnya, kalau dulu sih, duh sampai konsultasi sama beberapa temen yang dokter loh mengenai kemungkinan aku mengalami penurunan ingatan drastis. Plus, sekarang aku udah naik lagi 7 kiloooooo!!!!!!

Untung temen-temen aku saat itu baik-baik banget ya, ya temen flat, ya temen senegara di kampus, semuanya positif banget, kasih support buat melewati masa-masa sulit. Plus suami, papi mami dan adek-adek aku emang kasih full support ke aku. Apalagi anak-anak yang tiap skype nanya kapan mama pulang.

Apakah semua bersikap baik? Ya ngga juga sih, ada aja yang mulutnya nyinyir bilangin aku tega ninggalin anak lah, aku senang-senanglah di UK, ini lah, itu lah. Yang begini langsung aku delete aja dari hidupku because at that time I really need people who supported me, and those kind of people yang suka nyinyir-nyinyir sekaligus kepo kepo udahlah ya BHAYYY!!! Habisin energi shayyy!

Trus sekarang aku udah balik ngantor lagi nih, mengabdi ke institusi yang sudah mengirimku sekolah. Jujur, aku mengalami banget yang namanya reverse culture shock. Orang yang kepo, trus yang suka ngomentarin berat badan padahal juga ga deket-deket amat, yang ga sabaran, yang egois, yang nyinyir karena oleh-oleh, yang omongnya kasar, duuuuhhh sutris dan lelah saya. Ini salah, itu salah, padahal situ juga ga berkontribusi apa-apa dalam program sekolah saya gitu ya, pengen dijitak banget ngga sih?

Sombong banget sih kamu shin? Ya abis gimana ya, setahun tanpa ada orang yang kepo, dikelilingi orang yang sopan-sopan plus ramah-ramah, yang cuek-cuek aja sama penampilan plus berat badan orang lain, yang kalo mau keluar pintu pasti ada yang bantu nahanin pintunya, yang bersih-bersih buang sampah pada tempatnya, yang ngga pernah ditanyain agama apa, gimana aku ngga panas coba? Kalau masih mengira aku sombong, tuh silahkan google “reverse culture shock” biar paham *sadis*. Tapi akhirnya, biar ngga stress, yaudah aku sih membatasi aja interaksi sama orang model begitu.

Trus paling mikir, duh ini kalau aku ngomel terus juga ngga akan membawa kebaikan apa-apa kan. Yaudah aku terusin aja sih kebiasaan-kebiasaan yang menurut aku benar, misalnya ngga kepo *susah bgt tbh*, ngga gosip, efektif pakai waktu, ngga ngomentarin penampilan orang kalau ngga diminta, trus hal-hal kaya antri di sisi pinggir (bukan di tengah) pintu lift, atau berdiri di sisi kanan eskalator macam londoners (aheeey) dan bukan mengeblok eskalator macam gerombolan dedek emesh *jitak*, atau nahanin pintu kalau kebetulan ada orang dibelakangku *tapi trus orang-orang nggak sadar jadi gw nahanin pintunya luamaaaaa wkwkwkwkw*

To sum up, aku bersyukur banget lah dikasih kesempatan sama kantor buat sekolah lagi, aku bersyukur punya suami yangΒ support penuh plus tahan banting jagain anak-anak plus bonusnya dapet nyinyiran dari sana sini, aku bersyukur buat support papi mami yang bener-bener ngga habis-habisnya, entah gimana aku bisa membalasnya T___T. Juga bersyukur my MIL juga bersedia bantuin jagain anak-anak selama aku pergi even sampai sekarang aku udah balik masih bantuin juga T___T. Above all, aku bersyukur atas penyertaan Tuhan YME dalam setiap detik perjalanan hidupku. I couldn’t thank you enough. I love youuuuuuu…

 

Cuaca

13 Agt 2016

Pembicaraan dengan kakak pagi ini

K : Mama bagaimana cuaca di sana?
M : Pagi ini cerah kak, kemarin sih hujan sepanjang hari
K : Hujan ringan atau hujan deras? Kalau di sini hujan ringan ma.
M : oh, gerimis ya kak?
K : Nggak ma, hujan ringan berbeda dengan gerimis.

πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Oh well, never imagine that this topic will come to -so called- daily conversation with my 5yo daughter (?)

Kalau di sini sih tiap hari belum sah kalo ngga ngobrolin ((cuaca)) πŸ˜€ Jujur dulu sering mikir, idih apaan sih, masa ngomongin cuaca?

Β Pas di sini, eh bener, emang tiap hari bakal bahas cuaca.
Gak di flat, di kampus, di gereja, di supermarket, sering banget deh basa basi ringan soal cuaca. Apalagi kalau cuacanya bagus; ngga hujan, sedikit hangat dan ada matahari, udahlah ya berseri-seri banget wajah orang bicarain cuaca πŸ˜€
Β Apalagi kalau ngobrol sama opung boru yang udah sepuh banget di gereja, misalnya. Duh expresinya kadang bikin pengen senyum deh kalau udah mulai bilang “the weather is really good today, isn’t it?” Lalu dia bakal lanjut cerita panjang lebar dengan antusias, trus aku cuma jawab “lovely, lovely…” hahahaha.. Belum lulus-lulus nih mata kuliah ngobrol dengan Scottish.. Masih susah nangkap apa yang mereka obrolin karena aksennya agak beda πŸ˜€
Β Atau
Β Dengan kasir di supermarket, yang kalau cuaca lagi cerah pasti ngobrolnya lebih panjang, biasanya suka nanyain abis ini mau ke mana lagi? Bagus banget cuacanya buat jalan-jalan. πŸ˜€ πŸ˜€
Paling lucu sih kalau bahas cuaca sama flatmates. Kita suka komplain kenapa di luar cuaca bagus banget padahal kita lagi stay di rumah ga bisa ke mana-mana karena ….kejar-kejaran sama deadline disertasi πŸ˜€ πŸ˜€
Β Sampai sering mengharapkan supaya selama belum submit disertasi, sebaiknya hujan saja setiap hari, agar mengurangi godaan ingin pergi ke city center buat refreshing πŸ˜€ πŸ˜€
Β Topik kecil yang kayanya sepele bisa jadi obrolan tiap hari di sini. Ya katanya sih #ThisisScotland jadi wajar lah kenapa cuaca jadi trending topic hahaha.
Jadi agak kaget aja sih pas topik obrolan cuaca pagi ini justru datangnya dari anak manis umur 5 tahun yang argue kalau gerimis dan hujan ringan itu beda. Hihihihi terlalu lucu.
Ya udah, cuma pengen nulis ini aja. Buat dikenang kapan-kapan.
Xoxo,
Shien

Kakak dan Abang recently

4 Agt 2016

Cerita abang

Di rumah ada lampu yang rusak, jadi karena repot benerin sendiri, Denny minta tolong tetangga sebelah bantuin. Setelah kelar, si papa bilang “Bro, thanks ya buat bantuannya” dan dibalas sama si tetangga “Ya, sama-sama, bro”.

Si abang nanya artinya bro itu apa, trus si papa bilang bro itu singkatan dari kata brother, artinya saudara laki-laki.

Nah pas aku skype sama si papa, tiba-tiba si abang ngomong “bwo, abang mau nonton dulu ya bwo?” Maklum, belum bisa bilang r dia.

πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Aku tanyain, kenapa panggil bro? Dia bilang bro itu artinya saudara lelaki, abang itu bro nya papa loh ma. #abangsalahkaprah

Akhirnya dijelasin deh kalau panggil bro itu ga boleh sama papa, tapi sama yang seumuran. Misalkan kakak boleh panggil bro ke abang, abang boleh panggil sist ke kakak. Lah ngapa jadi mirip OL shop? #OpenPOsis

Cerita kakak

Adekku menelepon kakak dan abang. Trus, adekku suruh si kakak menyebutkan nama-nama adeknya mama. Disebutkan lah sama si kakak, trus abis itu kakak nanya balik.

Kakak : “Te,tante panggil apa sama papa kakak?”

Tante : “Panggil abang kak”

Kakak : “Oh, kalau begitu, tante kan adek mama, trus tante panggil abang sama papa, berarti papa adalah abang mama ya, te?”

Lalu tantenya pingsan πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Ya bener sih, nalarnya si kakak jalan kan tuh berarti, tapi ya rada butuh usaha buat ngejelasin keadaan sebenarnya. Akhirnya adekku bilangin, adek mama adalah tante, adek papa adalah bou (Namboru), nah karena papa dan mama menikah, maka tante jadinya panggil abang sama papa kakak. Karena itu, tante jadi kenal sama bou, karena sekarang tante dan bou sama-sama panggil abang sama papa kakak.

Anaknya sih iya iya aja, toh dia udah lama sih tau kalau papa dan mama ini adalah suami dan istri, dan nanti kalau mereka udah besar juga akan menikah dan punya suami (buat kakak) atau istri (buat abang). Tapi mungkin sulit dia mengerti kenapa tante jadi panggil abang ke papa, sementara setau dia abang itu kan saudara laki-laki kandung. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Duh kangen banget jadinya sama anak-anak, a month and half to go, semangkaaaaa.