Membatin

membatin/memยทbaยทtin/ v memikir dalam hati; memikirkan sampai meresap ke dalam hati (https://www.kbbi.web.id/batin)

Jadi kalau pulang kantor aku kan naik TJ (probability 95%), nah menunggu bus itu sendiri kadang bikin geregetan. Kadang nih, aku masih di tangga jembatan menuju halte, bus yang aku perlu sedang berhenti naik turun penumpang. Otomatis gerak cepat dong jalannya, lari bila perlu. Begitu aku berhasil tiba di depan pintu bus, lah pintunya ketutup ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Kali lain, udah lelah nunggu, aku gak berhasil-berhasil masuk bus saking penuhnya penumpang. Ya maklum, sini orangnya gak tegaan kalau mesti sikut-sikutan demi naik bus. Bahaya kak.

Nah, hari ini, dari atas jembatan saat aku turun tangga, aku lihat ada bus berhenti. Aku malas lari-larian, jadi aku santai aja. Eh, tapi kok busnya nggak jalan-jalan? Aku masih santai aja kan, tapi sambil membatin, kalau bus ini nungguin aku, nanti aku tulis pengalamanku hari ini deh di blog saking terharu *apalah* hahaha. Pas udah sampai mesin tap kartu, eh busnya masih setia menunggu, ya sudah terpaksa masuk dan nulis deh, bayar utang membatin hahahaha. Padahal antrian di mesin tap tadi lumayan panjang juga.

Jalanan kadang unpredictible banget ya, kemarin smooth banget, dari halte depan kantor sampai ke stasiun palmerah 45 menit saja. Nah ini, udah 45 menit dari jam 5 aku masih di bus stop ganti bus ke arah palmerah. Mana aku lupa bawa bacaan lagi, jadinya gini kan, ngeliat-liatin orang sambil membatin.

Satu lagi yang sering bikin aku membatin itu adalah perilaku penumpang bus di halte (atau stasiun) yang kadang bikin emosi sampai perlu minum jus timun. Coba dibayangkan ya, seberapa besar sih ruang tunggu halte bus, yang mana kadang bus-bus itu cuma menurunkan penumpang doang tanpa ada yang naik, overload kan haltenya. Tapi bisa-bisanya aja loh penumpang yang baru turun itu nggak mau bergeser ke dalam halte dikit. Tindakan yang kaya gini suka bikin kesal karena dua hal antara lain:

1. Penumpang tidak mau geser dari depan pintu padahal bus yang kita tunggu udah datang. Dia bukan menunggu bus yang sama. Otomatis pas orang-orang mau naik, yang insisted berdiri depan pintu akan kesenggol kan? Harap diingat halte dalam situasi penuh sesak. Lalu dengan muka kesel pakai ngomong โ€œmbak jangan dorong dan senggol-senggol dongโ€ pula! Tipe begini bukan cuma bikin membatin dalam hati tapi juga pengen teriak bilang โ€œmbak situ sehat mojok sana biar ngga kesenggolโ€ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

2. Penumpang baru turun bis namun tidak mau geser karena bis lanjutannya akan segera tiba. Kalau bis yang datang kosong, saya sih gak apa ya naik belakangan, tapi yang bikin nyesak kan kalau bus yang tiba penuh dan cuma bisa menaikkan beberapa penumpang otomatis yanh naik mereka yang konon baru tiba. Apa kabar kita yang sudah menunggu dari tadi? Sedih kak ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Pada kurang piknik apa gimana ya orang-orang pada ignorant gitu, ga punya perasaan.

Begitulah balada pekerja yang bermukim di Tangsel tapi bekerja di Jaksel ๐Ÿ˜. Next time aku mau cerita suka duka naik KRL deh.

 

 

Advertisements

Bid Bad Wolf Jakarta 2018

Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya BBW 2018 hadir juga, dan masih di ICE juga, tinggal guling-guling dikit dari rumah sampai deh *lega*. Event BBW ini memang sangat ditunggu sih dalam rangka mengisi rak buku di rumah dengan buku-buku bagus namun harganya terjangkau.

Tahun lalu, aku dateng ke BBW itu pada hari keberapa gitu ya, pas hari Minggu, yang mana nyari parkir aja susah, trus di dalam hall sudah desak-desakan, posisi buku udah berantakan, dan antrian kasir yang lumayan panjang. Nah, berbekal pengalaman tahun lalu, aku cari-cari info lah gimana caranya supaya bisa dapat preview sale tiket. Ada dua cara yang aku tahu, tukar fiesta poin Mandiri atau daftar online jadi member BBW. Tadinya sudah niat nih tukar poin aja, tapi dipikir-pikir daftar online sekalian sajalah :D, trus langsung dapat deh tiket preview salenya yang mana satu tiket berlaku buat dua orang dewasa dan juga boleh bawa anak. Preview sale itu dibuka sehari sebelum public sale, jadi aku berasumsi pastinya bukunya masih pada rapi, trus antrian kasirnya juga nggak terlalu rame, parkirnya juga mungkin ngga sepadat kalau sudah public sale.

Tanggal 28 Maret 2018, aku dan Denny sepakat ke ICE sehabis pulang kantor, tapi nggak usah ke rumah dulu. Kita emang mau pergi berdua saja, karena kalau anak-anak ikut nanti pasti belanjaannya banyak, sementara mama papanya justru ingin irit, maklum lagi bokek :D. Jadi benar-benar turun dari KRL langsung ke ICE. Kita sampai sekitar jam 19.30 WIB di ICE, parkiran mobil ternyata sudah rame. Lalu sebelum masuk, aku harus menukarkan dulu tiket online dengan tiket fisik di counter. Nah di situ, aku lihat, counternya itu bukan cuma buat menukarkan tiket yang diperoleh dari penukaran fiesta poin atau member, tapi juga tiket yang diperoleh dari quiz dan lomba yang diadakan radio dan ada satu counter khusus untuk pelanggan XL Prabayar yang pakai aplikasi myXL.

3d841d14-78fb-4cbb-a6b3-039476dfa87cd5d5da6f-4306-40e2-9332-f22235b97b65

Begitu masuk hall, waaaah berjuta rasanya. Senang banget melihat seruangan besar isinya buku-buku semua, pengen dimasukin semuanya ke dalam troli hahaha. Suasananya sih tidak terlalu ramai, buku-bukunya masih sangat rapi dan lengkap, cukup nyamanlah. Aku dan Denny berpencar sesuai arah ke mana hati membawa kami *duile* aku sih banyak menghabiskan waktu di area buku anak ya, baik yang English maupun yang bahasa Indonesia (penerbit Mizan). Setelah memilih-milih buku anak, baru deh aku memutari hall lihat-lihat buku yang lainnya. Buku-buku Dan Brawn gitu lumayan lengkap, sayangnya judul Origin nggak ada ๐Ÿ˜€ John Grisham, Sidney Sheldon, dll banyak deh pokoknya novel-novel untuk adults. Buku-buku reference juga lumayan ya, tapi aku lagi nggak cari jenis yang begitu.

Setelah puas keliling-keliling, lalu aku dan suami bertemu di rest corner lalu menyatukan belanjaan yang banyaknya satu troli, untuk kemudian disortir lagi menjadi 14 buku saja huhuhuhuhu. Mostly buku anak-anak.

WhatsApp Image 2018-04-06 at 16.44.19

Pas kita ke area kasir, walaupun agak lama tapi sungguh nggak antri panjang loh. Jadi lama karena memang setiap orang belanjaannya banyak, jadi transaksinya lama. Saking banyaknya belanjaan, ada loh kemaren mas-mas sampai bawa koper besar plus hand bag yang biasa buat dipakai fitness itu. Perasaan kemaren kita berdua doang yang belanjanya paling sedikit hahahaha. Saat pembayaran, member BBW masih mendapat harga diskon untuk buku-buku yang berstiker khusus member, lumayan deh. Kalau pakai fiesta poin juga bisa dapat potongan lagi seharusnya, tapi karena aku belanja kurang dari IDR 1 juta, jadi aku tidak eligible untuk redeem fiesta poin. Oh ya bayarnya cuma bisa cash atau kartu Mandiri ya.

Buku-bukunya sendiri sungguh membawa kebagiaan buat anak-anak, tiap hari dibaca dan dibahas hehehhehe. Senangnya beli buku ya ini, anak-anak suka membahas materi bacaannya, seru!

Jadi begitu deh pengalaman ke BBW 2018, menurutku kurang seru yaaa karena perginya di saat bokek melanda, jadi kurang leluasa belanjanya. Baiklah, tahun depan aku akan datang dengan dompet yang lebih tebal hihihihi.

TransJakarta alias TJ

For those who follow my IG account must know how close my relationship with TJ ๐Ÿ˜‚

I should thank TJ a lot!

Firstly, I use TJ on daily basis, mostly in the afternoon from my office to the Comline station with only Rp.3500 which is very cheap compared to Gojek or any other options.

Secondly, the facilities are complete! The bus is clean,cool, and at the bus stop there is a LCD showing the busโ€™ ETA of each destination. The timing is not always sharply accurate but it helps at least passangers know how long to wait.

Last, the bus crew is nice and very helpful! After office hours, the bus is usually packed and for sure, impossible to get a seat. People will sit any empty seats include the priority ones! If you think you need a seat you can tell the crew and he will help you to find one.

Iโ€™ve never asked for the seat so far, but notย once or twice the crew (what is kenek in English?) offered me the priority seats.

You must ask โ€œwhyโ€, well because he/she thought Iโ€™m a preggie woman ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. OMG, I should kick my ass to do some sports!

Itโ€™s very nice of you but no I dont need the seat, thank you bro/sis! Keep up the good work TJ ๐Ÿ˜๐Ÿ’ช

Note : Iโ€™m not an ambassador for TJ and Iโ€™m not paid for writing this post.

 

 

 

 

Random Post : Cashless

Cashless yang dimaksud di judul ini adalah tidak punya uang tunai, adanya uang elektronik.

Buat orang-orang yang kenal baik sama aku, pasti tau banget deh kalau aku itu orangnya memang jarang sekali menyimpan duit tunai. Aku lebih suka menyimpan duit dalam bentuk elektronik yaitu di kartu Flazz atau di GoPay. Jumlah yang tersimpan di Flazz dan GoPay sih nggak terlalu besar ya. Ya secukup kebutuhan aja sih. Contohnya kalau Flazz ya dipakai buat bayar KRL, busway, atau buat jajan di Alfamart kalau lapar pas nunggu kereta hehehe. Kalau GoPay ya secukupnya buat bayar Gojek atau Gocar buat sebulanlah.

Kalau untuk belanja yang jumlahnya besar biasa pakai ย kartu debit aja. Aku punya uang tunai biasanya hari Sabtu, karena mau belanja ke Pasar dan kelebihan uangnya dipakai buat kasih persembahan di Gereja pas hari Minggu (plus jajan-jajan di gereja juga sih).

Kalau buat makan siang yang dibeliin OB di kantor biasa ambil dulu secukupnya di ATM di kantor, tapi kalau makan di luar sama teman biasanya ada aja yang mendahulukan biaya makannya, nah trus aku tinggal transfer deh berapa yang harus aku bayar.

Nah, ini kebetulan kereta belum berangkat (iya, aku kan mbak mbak KRL ๐Ÿ˜ ) aku jadi teringat punya pengalaman lucu tentang cashless condition ini.

Pada suatu hari, aku sampai di Stasiun tujuan dan rencananya akan naik Gojek aja. Waktu masuk kantor belum terlalu mepet sih kira-kira 40 menit sebelum jam 8.00, masih bisa naik bus TransJakarta, cuma aku pikir mending naik Gojek ajalah biar cepat. Nah biasa, satu stop sebelum stasiun aku turun, aku udah bikin order di aplikasi, cuma belum tekan โ€œorder nowโ€. Begitu sampai di stasiun, baru pesanannya aku eksekusi. Dan begitulah yang kulakukan. Tak lama ada notifikasi bahwa sudah ada Gojek yang siap mengantar ke kantor. Pas mau menelepon si abang Gojek, tiba-tiba HPku hilang sinyal. Hilang sinyal bukan cuma sinyal internet ya, sinyal buat telepon pun ngga ada. Duh, kesel banget kan. Mana aku belum sempat menghapal nomer plat motornya lagi.

Trus HPnya aku restart lagi, eh sinyalnya masih belum nongol, aku restart lagi, eh masih hilang. Begitulah yang kulakukan sampai kira-kira 271 kali (OK, yang ini bohong) sambil menahan kesal. Jam sudah menujukkan pukul 07.50. Gojek nggak bisa diharapkan, terpaksa mesti naik OPang alias Ojek Pangkalan nih biar bisa sampai secepatnya di kantor. Hampir aja aku naik ke motornya abang Opang, lalu tiba-tiba sadar, ya ampun! Aku kan nggak punya uang tunai buat bayar, huhuhuhu. Opsi tersisa hanyalah naik TransJakarta, yang sudah pasti tidak akan mengantarkanku tepat waktu ke kantor.

Aku pasrah, sudah deh telat sedikit nggak apa-apa, toh sudah tidak ada pilihan lain. Langsung deh aku lari ke halte TJ, tap Flazz terus naik, dan untungnya, busnya langsung jalan. Telat kah? Ya pasti telat lah sampai kantornya ๐Ÿ˜„.

Dipikir-pikir, coba ya, aku punya pulsa, punya saldo GoPay, edodoe, siapa yang nyangka sinyalnya yang nggak ada (thank you XL). ย Tau gitu, aku mending langsung naik bus TJ aja begitu turun di stasiun kan.

Terus pernah juga, aku pesan Gojek dengan kondisi saldo GoPay lebih dari cukup untuk membayar ongkos. Jadi pas turun, aku santai aja bilang terima kasih trus jalan masuk ke kantor. Eh, dipanggil dong sama abang Gojeknya, katanya aku mesti bayar tunai, karena di aplikasi metode pembayaran pesananku tercatatnya tunai. Nah loh, sibuklah aku merogoh-rogoh recehan di dalam tas. Untungnya ketemu hahahaha.

Pernah juga nih, mesin tap kartu di halte bus TJ di depan kantor lagi rusak, jadi mesti bayar tunai 3500 rupiah. Terjadi lagilah peristiwa rogoh-rogoh tas mencari uang logam. Hahahaha.

Ternyata tetap perlu ya menyimpan sedikit uang tunai, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini. Sejak itu, aku mulai deh simpan uang minimal untuk bayar Opang ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.

Keasyikan nulis sampai nggak sadar aku sudah hampir sampai nih. Bye bye!

[Highlight] 2017

Happy new year 2018….

*udah telat mbaaaak* ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Waaah ngga terasa ya, tahun 2017 sudah berlalu. Januari 2018 eh udah masuk hari ke sebelas aja nih, time flies yaaaa..

Pas iseng ngecek blog, eh last post bulan Juni 2017, berarti blognya sudah dianggurin selama kurang lebih 6 bulan hahahaha..

Karena sudah masuk 2018, maka aku tiba-tiba pengen review apa aja sih yang sudah dilewatin di 2017? Semacam ingin menuliskan memori-memori indah tahun 2017 (di luar ultah anak dan suami yaa, ini sih pasti selalu diingat) dalam satu tulisan di blog gitulah.

Januari 2017

Kita sekeluarga melewatkan malam tahun baru di Medan, yeay… Agak jarang ya bisa cuti dari mulai Natal sampai pertengahan bulan di tahun baru. Jadi, kebetulan saat itu rekan satu bidang ada empat orang, so total staff ada 5 sama aku. Biasakan personil di bidangku itu jumlahnya memprihatinkan ya, jadi jarang bisa cuti akhir tahun berlama-lama. Nah mumpung staff lagi banyak, bos jadi enteng aja gitu ngasih ijin cuti agak panjang ๐Ÿ˜€ . Puji syukur banget karena memang di pertengahan Januari 2017 adikku menikah di Medan, jadi ya nggak perlu bolak balik deh ke Medannya.

Februari 2017

Di Februari 2017, aku bersama papi mami pergi check up ke Melaka.

Gara-garanya, suatu hari papiku yang saat itu lagi di Batam merasa nggak nyaman di dadanya terus minta dibawa ke dokter spesialis jantung buat diperiksa. Ya langsunglah aku bawa kan ke salah satu RS ternama di Batam. Cek EKG dulu lalu hasilnya dibawa masuk ke ruangan dokternya. Begitu lihat hasil, dokternya tanpa ba-bi-bu langsung bilang “Bapak harus segera pasang pen. Ini harusnya sudah dipasang sejak beberapa tahun yang lalu. Jadi kapan mau pasang pen? Kalau bisa jangan terlalu lama, maksimal dalam dua minggu harus sudah pasang” and I was like HELLOOOOW, belum nanya-nanya keluhannya apa udah main todong suruh pasang pen. Emosi gak sih? Teruskan papi berusaha menjelaskan keadaan perasaannya bahwa yang dialaminya bukan sakit nyeri atau gimana, tapi cuma merasa sedikit beda dari biasa. Dan dokternya mendengarkan dengan sikap malas-malasan gitu.

Karena merasa gak cocok sama statement dokternya, ya sekalian aja deh check up di Melaka. Jadi pergilah kita check up ke sana. Surprisingly, di sana hasil cek jantung malah menunjukkan semuanya baik, tidak tampak ada keanehan, jadi tidak perlu dilakukan tindakan apapun. Mendengar itu kita jadi bersyukur banget bahwa kita masih terpikir untuk mencari second opinion.ย Coba aja saat itu kita nurut aja pasang pen, mubazir nggak sih?

Maret 2017

LDR is killing me. Kira-kira itulah gambaran hati di bulan Maret. Jadi saat itu aku merasa udah capeeek banget apa-apa harus sendirian di Batam, no ART, no kendaraan padahal mesti jemput anak-anak on time dari penitipan di sekolahnya.ย  Anak-anak mesti dijemput jam setengah empat teng! So aku dari kantor mesti ke sekolah, lalu bawa anak ke kantor, lalu pulang ke rumah! Jadi ke mana-mana mesti naik taksi (atau angkot dan gojek bila tanpa anak-anak). Saat itu belum ada gocar di Batam, so bayangin sendiri dalam sebulan aku mesti ngeluarin berapa untuk bayar Bluebird bila sehari aku pakai taksi 3 kali dengan rute yang lumayan, tambahkan satu bila hari hujan! Kalau hujan, gak bisa naik ojek langganan pagi-pagi ke kantor qaqaq! Itu baru dari satu sisi ya, masalah biaya transport, belum lagi hal-hal lain yang remeh tapi sulit dikerjakan bila hanya bersama dua bocah, belanja ke pasar/supermarket misalnya!!! Hahahahahaha….

Pokoknya masa-masa itu aku rasanya udah putus asa banget karena seolah-olah LDR tiada akhir. Ya udah, jadi aku bilang sama suami, AKU POKOKNYA MAU DIBELIIN MOBIL X, NGGA NGERTI DUITNYA DARI MANA YANG PENTING AKU MAU PUNYA MOBIL KECIL! #istrimacamapa ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ :D. Kenapa mesti mobil kecil? Karena aku tak pandai parkir. That’s why sebenarnya mobil kita diangkut ke Tangsel, sebab aku merasa mobilnya susah diparkirin jadi aku ga bakalan pakai juga kalau ditinggal di Batam. Si papa karena udah jengkel, apa kasihan, apa takut istrinya gila, akhirnya bilang iya, trus udah diaturlah tanggal cutinya ke Batam buat memenuhi permintaan istrinya! Di tanggal kepulangannya itu, eeeehhhh koknya tiba-tiba ada SK pindahku. Manis banget nggak sih? Semacam semesta mendukung agar ngga jadi NGUTANG BUAT BELI MOBIL hahahahahahaha…

April 2017

Nonton konser COLDPLAY di SINGAPORE dengan muka sumringah karena LDR akan segera berakhir, udah mau pindah, plus ga jadi ngutang hahahaha. Ini kita cuma pergi berdua ke Singapore, semacam bulan madu gitu deh jadinya. Naik turun MRT sambil gandengan tangan, gitu aja udah bikin bahagia.. Tahun ini ke mana kita, pa? *sikut suami*

Per 10 April aku resmi masuk ke kantor pusat di Jakarta. Tapi saat itu anak-anak aku tinggal di Medan karena minggu depannya mau balik lagi kok ke Medan karena adek iparku mau nikah. Jadi abis acara nikahan deh baru kita bawa anak-anak.

Mei 2017

Mulailah proses horor di mana kita menyaksikan bagaimana saldo tabungan tergerus secara signifikan buat bayar uang pangkal sekolah anak! Ckckck, sekolah sekarang mahal amat ya? Perasaan jumlah uang yang dikeluarkan mami untuk bayar kuliah aku dari awal masuk sampai lulus ditotal juga gak segitu-gitunya amat!ย  Untungnya setelah bayar-bayaran sekolah, rumah kita yang di Batam ada yang mengontrak. Lumayanlah jadi gak kritis-kritis amat kebangkrutannya ๐Ÿ˜€

Juni 2017

Libur lebaran, for the first time kita sekeluarga bersama dengan sahabat keluarga kita road trip ke Solo dan Yogyakarta. Timingnya pas berangkat ke Solo pas banget, kita gak mengalami kemacetan di jalan. Nah, pas pulang dari Yogya kita kena macet berjam-jam sehingga waktu tempuh belasan jam lah baru sampai Tangsel. Lumayan ya, walaupun cuma sebentar, kita sempat keliling Solo (walau semua destinasi kuliner tutup kecuali Markobar), keliling Jogja (walau jalanan Jogja macet banget) dan sempat ke Borobudur juga. Would love to go on a road trip again in the future.

Juli 2017

Anak-anak udah mulai masuk sekolah baru dan kelihatannya so far mereka nyaman dengan sekolahnya. Di bulan Juli ini, kita balik ke Medan lagi, kali ini karena adik aku yang satunya lagi menikah. Jadi di satu tahun, ada dua adikku dan satu iparku yang menikah ๐Ÿ˜€ Sungguh rekor yaaa baru bulan Juli tapi bolak balik Medan full team udah 3 kali hahahaha *Kibarin bendera putih melihat saldo tabungan*

Agustus 2017

Memasuki semester 2 tahun 2017, urusan perdinasan agak lumayan padat jadwalnya. Di Agustus 2017 ada business trip (sok oke banget istilahnya ๐Ÿ˜€ ) ke Malang dan Kalimantan Barat. Besides, aku juga mendapat kesempatan ikutan workshop teknis di Bandung.

September 2017

September ini terasa lebih spesial, karena :

  • 7th wedding anniversary, yeaaay! Untuk merayakan, kita maunya romantic dinner sambil minum wine gitu lah. Tapi karena bocah rempong, ya ga tega juga mau dinner jauh-jauh, jadilah kita merayakan ultah pernikahan di The Breeze BSD yang cuma selemparan batu dari rumah kontrakan kita!
  • Another akad kredit. Bukaaan, bukan mobil lagi kok ๐Ÿ˜€ Jadi berhubung awal Oct 2017 masa kontrak rumah kita habis, suami bertitah suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita langsung aja deh nyicil rumah yang ready stock, yang bisa langsung ditempati. Dia gak mau bayar kontrakan lagi. Suamiku emang suka rada ajaib gitu ๐Ÿ˜€ Agak berdebat panjang juga sih pada saat itu, di mana aku memenurutku langsung nyicil rumah itu terlalu mendadaklah, aku belum siap, mending lanjutin kontrak rumah aja setahun lagi. Cuma akhirnya sepakat juga buat nyicil rumah. WELCOME CICILAN KPR #2 ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Anyway, namanya doang sih rumah ready stock siap huni, tetapi menurutku tetap aja kalau mau dihuni memerlukan renovasi sana sini agar layak huni sesuai dengan kebutuhan.
  • Di tengah-tengah sibuk renov sempat berangkat dinas ke Medan dan Meulaboh terus ikutan workshop teknis ke Batam. Di sela-sela workshop sempat ketemuan sama teman-teman sepergaulan, hahahha, istilah apalah itu. Gank Batak lah pokoknya!

Oktober 2017

Awal Oktober, puji Tuhan sesuai rencana kami bisa menempati rumah “kecil mungil namun milik sendiri” walau dengan keterbatasan sana sini. Maksudnya, hari pertama masuk belum punya gorden, jadi jendela dilapis koran. Besok baru belanja gorden hahahaha. Udah belanja gorden, eh baru ingat ngga punya tools buat masang gordennya, huhuhu. Tapi thanks to IKEA yang bisa dikatakan deket banget dari rumah. Kalo perlu sesuatu tinggal ngacir sebentar, manalah parkirnya gratis pula kan, bikin betah berlama-lama hahahaha. Juara banget deh semua perintilan rumah dia jual dengan harga yang bervariasi. Tinggal pilih aja sesuai kemampuan bayar kita, bebaaaaas.

Urusan perdinasan, di bulan ini kita satu tim dinas ke Semarang, Magelang dan Jogja.

November 2017

Di sekolah musik anak-anak, biasa sekali setahun ada concert sebagai ajang unjuk kebolehan bermusik si anak. Sebenarnya, dua bulan sebelum ini ada semacam mini concert juga dan anak-anak udah ikut juga. Namun, mini concert ini diadakan di aula sekolah musiknya. Nah kalau concert tahunan ini diadakan di mall, jadi skalanya beda ya.. Syukur sekali anak-anak bisa tampil dengan baik dan nggak malu-malu.

Di bulan November ini pula, for the first time,secara nggak sengaja di salah satu bioskop di TangSel aku bertemu dengan penulis idola sejak jaman SMA. Siapakah dia? Yuppps, the famous mbak Dewi Lestari alias Dee.. Waaaa, itu senangnya ngga bisa diungkapkan loh. Manalah mbak Dee nya ramah sekali, pokoknya aku speechless deh!

Oh ya, di bulan November ini aku juga ikutan suatu project di kantor, yang mana mengharuskan aku pergi ke Jambi, Belitung, dan Bengkulu. Places I’ve never been before!

Desember 2017

Di bulan Desember, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun, biasanya kantor mengadakan Employee Gathering serentak di beberapa kota di Indonesia. Ini pertama kalinya ikut EG di lingkungan kantor pusat ya kaaan, takjublah aku begitu tahu bintang tamu yang mengisi acara itu adalah penyanyi kesukaan dari jaman SD!! Hayoo coba siapa yang gak tau lagu Cerita Cinta atau Cantik? Yupss, KAHITNA man! Selain itu ada sih beberapa penyanyi lain tapi aku ngga terlalu suka jadi kesannya biasa aja hahahaha.

Sebelahan sama gedung acara EG, masih dalam rangkaian memeriahkan ultah kantor, juga diadakan acara hiburan yang terbuka untuk umum, yang mana pada hari itu acara tersebut dimeriahkan oleh SLANK dan Sheila on 7 (SO7). Ya udahlah, abis dari acara EG, langsung pindah ke gedung sebelah trus nonton SO7 dan SLANK. Senang bangetlah pokoknya!

Terus pas Natalan kita ke Palembang untuk merayakan Natal bersama papi mami dan adik-adikku (formasi lengkap, eh kurang satu adik ipar sih, lagi ngga bisa cuti), trus abis itu ke Bandung rame-ramean bersama mertua dan ipar yang formasinya juga lengkap (eh minus suaminya para ipar, masing-masing masih kerja sih hehehe). Tahun baru kita di rumah aja nggak ke mana-mana lagi.

Apakah sepanjang 2017 semuanya berjalan mulus dan bahagia? Ya nggak juga sih, cuma mending yang diingat yang senang-senangnya aja deh, sekaligus mengingat dan menghitung bahwa betapa banyak berkat yang sudah aku terima di tahun 2017. Katanya kunci kebahagiaan adalah banyak-banyak bersyukur. Terus ada satu quote dari IGnya @becktum yang aku ingat banget nih, katanya “you become a better person when you are happy”. So, I choose to be happy ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Semoga di tahun 2018 aku semakin banyak bersyukur…. Welcome 2018, I’m ready for the journey ahead!

 

 

 

Gabriel 4 yo

Super late post ๐Ÿ˜‚

Seharusnya ditulis pas 19 April 2017 yak.. Namun apalah dayaku, rempong banget hihihi.

Ga seperti kebiasaan ultah sebelum2nya, ultah ke 4 ini ngga dirayakan di panti asuhan. Penyebabnya as mentioned di atas, emang kita sekeluarga lagi sibuk berat.

Mulai dari proses pindahan from BTH to CGK, at the same time SIL aku menikah, semua serba mendadak dan aku mesti handle pindahan seorang diri *keluh*, angkut koper ke Medan, ketemuan sama Si papa di Medan, titipin anak-anak di adek aku, trus aku berangkat ke Jakarta berdua sama si papa. Jadi pengantin baru deh kurang lebih 2 minggu ๐Ÿ˜‚, berdua dua aja kemana-mana.

Anyway, long story short, tanggal 19 April 2017 adalah puncak2nya repot. Dodo ultah tapi mamanya ngga sempat mikirin kue huhuhu karena kita sekeluarga from Denny’s side mau ke Onan Ganjang menghadiri pernikahan SIL aku. Berangkatnya harus 19 malem supaya pagi-pagi bisa tiba ontime di tujuan. Lama perjalanan kurleb 8 jam perjalanan darat.

Jadilah, aku mesti udah pergi ke salon buat sasakan mulai dari sore jam 6.. Selesai salon, baru tiup lilin dan potong kue seadanya di tengah-tengah persiapan mau berangkat. Untung adek aku sempet beli kue ultah yang proper, yang atasnya bergambarkan Zombie dan motornya Marquez, as requested by Dodo couple of weeks before. Besides kue, juga tantenya tak lupa beliin kado ultah. Jadi, aku ngga merasa bersalah-bersalah amatlah menelantarkan anak di hari ultahnya hihihi.

Abis itu berangkat, dan yang bersangkutan langsung tidur di pangkuan mama like 8 hours non stop. Pegel banget tangan mama, Do!

Meskipun sederhana, tapi mudah-mudahan ada kisah yang bisa dikenang di ultah abang yang ke 4 ya bang. Plus yang bikin happy, kita berempat udah bisa kumpul lagi as a normal family dalam satu kota, satu rumah, satu tempat tidur semuanya *ya emang sempit sih ๐Ÿ˜„*. Ngga LDRan lagi. Just what I need. Couldnt ask more.

Semoga jadi anak yang takut akan Tuhan ya bang, anak yang pinter, sehat, berani.. Sayang sama papa mama dan sama kakak.

Love,

Mom

 

Michelle 6 yo

To my dearest daughter,

6 years ago today, was the day we met for the first time.

Happiest 6th birthday, baby girl ๐Ÿ˜€

I’ve loved you before I met you, and now I love you even more until forever..

Dare to dream then achieve your dream(s)

I will always be there to support you, don’t you worry

As you are 6 now, welcome to primary school baby..

Enjoy your new adventure, I know you will.

Xoxo

Mum

2011-06-15
A few hours old ๐Ÿ˜€
2012-10-27
1 year old
2013-09-xx
2 years old
2014-11-29 16.28.54
3 years old
1850
4 years old
2016-06-06
5 years old
IMG_2855
6 years old
IMG_3040[1]
Now she’s ready for primary school ๐Ÿ˜€

Tadi malam :D

Percayalah, ada kalanya pas kita udah capek banget kerjain rumah seharian, kaki rasa mau copot, pinggang juga mau patah, pengen cepet istirahat di tempat tidur, trus di situ pula bocah-bocah berantem mengenai di sebelah siapaย mama seharusnya tidur T___T

Rasanya pengen teriak marah-marah, tapi udah malam, malu sama tetangga ๐Ÿ˜€

Lalu mama bijaksana pun berkata, “udah kalau begitu mama tidur di tengah aja, jadi abang dan kakak masing-masing bisa tidur di samping mama”.

Dan dijawab sama si bocah lelaki “NGGAK MAU! ABANG MAUNYA MAMA TIDUR DI SEBELAH ABANG AJA”. Dan disusul oleh tangisan si kakak yang gak rela mama tidur di pinggir.

What should I do? *puyeng*

Lalu, udah ya, sumbu udah makin pendek. Langsung dah tuh mengeluarkan ultimatum. Abang kalau nggak mau mama tidur di tengah, maka mama akan tidur sama kakak di kamar depan. Abang silahkan tidur sendiri di kamar sini.

Tentu saja mama berharap anaknya jadi lumer trus bolehin mamah tidur di tengah. Biar kakak dan abang sama-sama tidur di sebelah mama. Mama juga bisa cepet-cepet tidur.

Guess what? Yang bersangkutan malah bilang “Iya ma, gakpapa mama mau tidur di kamar depan sama kakak, abang udah berani tidur sendiri!”

Rada shock juga sih. Nggak nyangka anaknya bakal berani ditinggal sendiri gitu ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Yaudah, pindahlah kita ke kamar depan, trus nyalain lampu, nyalain AC, bongkar selimut, trus baruuuuu aja mau terlelap, tak lama terdengar suara anak kecil “Mama, mama boleh kok tidur di tengah”.

๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Ya udah, ngungsi lagi kita balik ke kamar belakang..

5 menit kemudian dua bocah langsung pulas.. Trus mikir, duhhh anak-anak ini ya, kenapa ngga dari tadi aja sih mau dibilangin mama? Kan ga perlu marah marah dan pindah-pindah segala..

 

 

What a hectic day

So I woke up this morning a wee bit late than usual.

Normally I wake up at 4 AM and do the cooking, house cleaning, preparing the lunch boxes, not to mention laundry thingy etc so the kids could be ready at 06.45 AM, 5 min before the school bus arrives.

But today, it’s already 5.45 AM and the school outfits haven’t been ironed yet!!! My gosh! What should I do? *fail mama detected* So I prepare the meals as fast as I can while my mouth screaming to wake the kiddos up! Showering them in one or two minutes, making them up, then I don’t know how but finally they are ready on time!!!!

As the bus coming, Dodo starts crying, he doesn’t wanna go to school. OK! I told the driver to go without Dodo, because it’s impossible ย to calm dodo in a minute. A few minutes later, he’s still crying, then telling me that he doesn’t like the socks I’ve chosen for him! Well, in case you don’t know, simple thing can be a big problem for him, this time, socks do matter!! I give him another pair of socks and then put them on happily!

Then, me and Dodo go to school by ojek, hand him to his teacher, and rushing to office. Thanks to traffic, I arrive only 5 minutes late ๐Ÿ˜€